Jual saham, Blitzmegaplex bakal bangun lima bioskop di daerah
Di Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Karawang, dan Bogor.
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menargetkan dapat meraup dana segar Rp 223 miliar dari penjualan saham perdana ke publik. Dana sebesar itu bakal digunakan operator Blitzmegaplex untuk membangun lima bioskop.
"Biaya membangun auditorium dengan satu layar lebar saja menelan USD 450.000. Jadi kalau satu lokasi kira-kira butuh USD 2 juta ya, itu tergantung teknologi dan kapasitas," ungkap Direktur Utama BLTZ Bernard Kent Sondakh di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/4).
Dia menjelaskan, lima bioskop itu masing-masing akan dibangun di Yogyakarta, Bandung pada semester II tahun ini. Kemudian, Cirebon, Karawang, dan Bogor. "Itu semua kita lakukan akhir 2015 sampai 2016," kata Bernard.
Awal tahun lalu, perseroan juga telah mendirikan cabang di Balikpapan dan Bandung. Jumlah cabang yang masih sedikit inilah yang membuat kinerja keuangan BLTZ masih buruk.
Pada triwulan III tahun lalu, BLTZ masih merugi Rp 3,73 miliar. Dalam periode sama, perseroan meraup pendapatan Rp 228,64 miliar.
"Dengan banyak side/layar bisa untung. Tahun ini kita perkirakan positif, dengan pertumbuhan cukup bagus, sekitar 20 persen," ungkapnya.
Dalam lima tahun ke depan BLTZ menargetkan memiliki 600 layar lebar di seluruh Indonesia.
(mdk/yud)