Jokowi Minta Humas Manfaatkan Teknologi Hadapi Industri 4.0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta humas lembaga pemerintahan agar bisa menggunakan teknologi semaksimal mungkin dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Seperti memanfaatkan big data analytics dan artifisial intelijen, untuk memantau pemberitaan di berbagai media massa.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta humas lembaga pemerintahan agar bisa menggunakan teknologi semaksimal mungkin dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Seperti memanfaatkan big data analytics dan artifisial intelijen, untuk memantau pemberitaan di berbagai media massa.
Dia menjelaskan saat ini teknologi bisa memantau pemberitaan real-time. Sebab itu pekerjaan humas kata dia sangat dimudahkan dengan adanya revolusi industri 4.0.
"Revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu, dan sekaligus bisa, hati-hati juga bisa mengambil alih tugas kehumasan. Advance robotic, artifisial intelijen, big data analytics," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (10/12).
Kemudian, Jokowi juga menjelaskan mesin tersebut bahkan bisa sekaligus memberikan saran-saran kepada humas jika menemui hal yang harus dimitigasi. Salah satunya memberitakan kembali serta menindaklanjuti kebijakan.
"Akhirnya kita juga lah yang harus menjaga kehumasan 4.0 ini . Akan terus menjunjung tinggi keadaan kearifan kreativitas dan tanggung jawab sosial," ungkap Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pelaku usaha dalam negeri kini semakin dengan dengan revolusi industri 4.0. Menurutnya, bentuk revolusi industri ke arah digital ini bernilai seperti dua mata pedang, yakni bisa menjadi keuntungan atau justru sebagai ancaman.
Dia memprediksi, akan ada tiga sektor yang bakal menjadi penguasa pasar bila Indonesia berhasil menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi pada 2045 mendatang. "Melihat prospek ke depan, ekonomi Indonesia ketika sudah jadi negara yang high income akan didominasi oleh manufaktur, pertanian dan tourism," sebut dia.
Khusus untuk sektor manufaktur, Bambang memprediksi, akan ada 5 bidang industri yang bisa menjadi pemain utama di pasar dalam negeri. Kelima bidang itu antara lain sektor otomotif, kimia, elektronik, food and beverage (makanan dan minuman), serta tekstil dan busana.
Baca juga:
Menaker Hanif: Paradigma Perlindungan Tenaga Kerja harus Diubah di Era Industri 4.0
5 Sektor Ini Bakal Jadi Pemain Utama RI di Industri 4.0
Synchro, Solusi bagi Indonesia di Era Industri 4.0
Di AIFED, Sri Mulyani Beberkan Alasan Presiden Jokowi Ubah Fokus Pembangunan ke SDM
Direktur Emtek Bagi Tips Untuk Kaum Milenial Siap Bersaing di Industri 4.0