Jokowi ke bos BUMN: Saya enggak mau ada yang kena masalah lagi
"Saya minta semua BUMN betul-betul, jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya enggak mau ada yang kena masalah lagi. Baik dirut, direksi, baik di bawahnya, jangan sampai, hati-hati semuanya," kata Jokowi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh jajaran di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tak membuat masalah. Ini menjadi teguran keras lantaran belakangan beberapa pejabat penting di Kementerian BUMN tersandung kasus.
"Saya minta semua BUMN betul-betul, jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya enggak mau ada yang kena masalah lagi. Baik dirut, direksi, baik di bawahnya, jangan sampai, hati-hati semuanya," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian pembukaan Executive Leadership Program (ELP) bagi Direksi BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1).
Jokowi menegaskan, jangan sampai ada pihak atau oknum yang mencatut namanya untuk kepentingan tertentu. Jokowi tak akan mentolerir jika hal itu terjadi.
"Siapa pun, enggak mau saya nama saya dipakai-pakai. Enggak! siapa pun, entah orang dekat saya, saudara saya. Ndak ada! Ini saya ingatkan," tegas Jokowi.
"Kenapa saya ingatkan? Saya mencintai saudara-saudara semuanya, jangan sampai kena," sambung dia.
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, pejabat di Kementerian BUMN tak perlu takut mengambil keputusan yang benar dan transparan. Namun, dia kembali menekankan keputusan yang diambil itu harus melalui pertimbangan yang matang.
"Sekarang ini era keterbukaan, saudara lakukan kesalahan sekarang, ketemunya 5 sampai 10 tahun yang akan datang bisa. Tapi kalau enggak ngambil (keuntungan), ya jangan takut, ngapain takut memutuskan enggak ngambil kok," ujar dia.
Jokowi menambahkan, dirinya berharap, BUMN bisa bergerak lebih cepat dari tahun sebelumnya. Jokowi optimis kesalahan yang pernah terjadi di lingkungan BUMN bisa segera diperbaiki.
"Saya ingin BUMN kita bisa meloncat bisa melompat. Dan saya melihat ada kesempatan, ada peluang. Untuk itu jangan hilangkan kesempatan peluang itu, kita perbaiki bersama, kita benahi bersama," pungkasnya.
Baca juga:
Lahan nganggur bakal kena pajak progresif, ini kata Perumnas
Penampakan ratusan bos BUMN kumpul di kantor Rini Soemarno
Lombok bakal punya sirkuit jalan raya pertama di dunia
Perumnas bangun 30.000 rumah di 2017, harganya ada yang Rp 195 juta
Tekan impor, Pertamina tingkatkan produksi avtur hingga 1.900 KL