LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

JK: Lembaga keuangan mikro zaman dulu ambil pola pikir rentenir

"Selalu dasar berpikirnya keliru, dasar berpikirnya selalu mengambil jasa rentenir."

2016-03-15 15:55:48
UMKM
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut, lembaga keuangan mikro sudah ada sejak dulu. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari Kredit Candak Kulak, Kupedes hingga Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Namun, persoalan muncul karena sistem yang diterapkan kurang baik, akibatnya bunga yang ditetapkan sangat tinggi dan menimbulkan ketidakadilan.

"Masalah yang timbul akibat tidak mempunyai suatu sistem yang baik, ialah bunga yang tinggi, akibatnya justru kembali menyebabkan ketidakadilan baru, pengusaha besar mendapat bunga yang rendah, korporasi. Usaha kecil justru mendapat bunga lebih tinggi, kadang-kasang dua kali lipat mahalnya dibanding dengan kredit perusahaan besar, timbul lagi ketidakadilan baru," papar JK di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (15/3).

Advertisement

JK menilai, ada yang salah dalam pola pikir yang menjadi dasar lembaga keuangan mikro terdahulu, yakni membandingkan dengan rentenir. "Selalu dasar berpikirnya keliru, dasar berpikirnya selalu mengambil jasa rentenir, kalau kita tidak kasih dia ke rentenir, ke rentenir 30 persen, 40 persen, kita kasih 20 persen sudah bagus," tutur JK.

Seharusnya, lanjut JK, pengelola lembaga keuangan mikro mampu berpikir sebaliknya. JK mengumpamakan penerapan bunga pinjaman mikro sebesar 10 persen. Dengan 10 persen bunga kredit mikro, maka pengusaha mikro tidak hanya bisa langgeng berusaha, tetapi juga bisa membangun aset.

"Karena dikasih (bunga) mahal maka dia tidak pernah punya kios, bisa dagang, iya, tapi dia tidak punya aset," imbuh JK.

Advertisement

Oleh sebab itu, JK mengatakan, pemerintah saat ini sedang meninjau ulang sistem keuangan, khususnya untuk pembiayaan mikro agar tercipta keadilan dalam mendapatkan akses keuangan.

"Justru yang lemah harus mendapat layanan lebih baik daripada yang kuat. Yang lemah harus mendapat bunga yang lebih efisien dibanding yang kuat, yang kuat tidak perlu dibantu tapi yang lemah harus dibantu," tutur JK.

Baca juga:
Belajar dari krisis 1998, Wapres JK ingin UMKM terus berkembang
JK: Jika bunga bank rendah, pengusaha kecil bisa beli kios
Pemerintah tutup peluang investor asing rambah UMKM
Buka pasar UMKM, PNM kerjasama dengan Carrefour
Produk UKM berorientasi ekspor bisa daftar hak cipta gratis
Efektifnya gunakan Facebook dan Instagram buat berdagang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.