Jelang kenaikan harga, stok BBM Jateng & DIY dipastikan aman
Stok wilayah Jateng dan DIY telah ditambah 20 persen dari pasokan normal.
Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (22/6) mendatang, stok premium dan solar bersubsidi di wilayah Jateng & DIY dipastikan aman. Humas Pertamina Bidang Pemasaran Jateng & DIY Heppy Wulansari mengatakan pihaknya terus melakukan penambahan stok. Langkah ini merupakan mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM jelang rencana penaikan harga oleh pemerintah.
"Pertamina telah melakukan antisipasi dengan penambahan stok hingga 20 persen dari kebutuhan normal. Sehingga masyarakat tidak perlu kuatir akan terjadi kelangkaan BBM jelang penaikan harga," ujar Heppy kepada wartawan, Kamis (20/6).
Menurut Heppy, sampai saat ini konsumsi BBM Subsidi di wilayah Jateng & DIY telah mengalami peningkatan. Premium rata-rata per hari mencapai 10.570 KL atau meningkat 6,8 persen dari konsumsi normal sebesar 9.899 KL. Solar mencapai 5.810 KL atau meningkat meningkat 10,6 persen dari konsumsi normal 5.252 KL/hari.
"Terkait peningkatan ini, SPBU kami minta untuk selalu waspada dan berkoordinasi dengan aparat. Koordinasi tersebut penting untuk mengantisipasi pengamanan di SPBU jika sudah mulai ada antrean," tambahnya.
Peningkatan konsumsi ini juga membuat SPBU cepat kehabisan stok sehingga Pertamina meminta kepada seluruh Pengusaha SPBU untuk meningkatkan ketersediaan DO (Delivery Order) sehingga begitu BBM habis, bisa dijadwalkan pengiriman kembali.
"Saat ini, terdapat 707 SPBU Pertamina yang tersebar di Jateng & DIY. Untuk memenuhi peningkatan konsumsi, Terminal BBM beroperasi selama 24 jam sehingga bila SPBU kehabisan stock, kita bisa segera melakukan pengiriman jam berapapun," jelas Heppy
Untuk mengantisipasi penimbunan yang potensial muncul, Pertamina terus meningkatkan koordinasi dengan aparat dan menegaskan kembali kepada SPBU untuk tertib dalam pelayanan jerigen di SPBU. Heppy memastikan SPBU nakal yang coba-coba melayani pembelian yang tidak sesuai aturan bakal kena sanksi.
"SPBU hanya diizinkan melayani pembelian BBM Subsidi dengan jerigen dari UKM yang mendapat rekomendasi dari SKPD saja. Jika melayani pembelian dengan jerigen tanpa rekomendasi, SPBU akan diberi skorsing," tegas Heppy.
Heppy menegaskan, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan penimbunan, karena BBM merupakan barang yang mudah terbakar sehingga dapat membahayakan diri, keluarga dan masyarakat sekitar jika terjadi kebakaran.
(mdk/ard)