LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jadi anggota TPP, Thailand bisa ambil pasar ekspor otomotif RI

Khusus untuk kendaraan roda empat dalam sektor otomotif, Indonesia masih tertinggal dari Thailand.

2016-06-01 15:57:07
ekspor impor
Advertisement

Kepala Bidang Kebijakan Fiskal, Badan Pusat Pengkajian Industri (BPPI) Kemenperin Reni Yanita mengatakan niat Thailand masuk keanggotaan Trans Pasific Partnership (TPP) mampu merebut potensi pasar ekspor otomotif Indonesia.

Reni menjelaskan dari ke-12 anggota TPP, Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chile. Hal itu dinilai jadi potensi peluang terbuka ekspor otomotif Indonesia.

"Dalam melihat TPP bagi industri otomotif, kita perlu berhati-hati bila Thailand ikut. Indonesia harus siap karena ekspor ke negara-negara tujuan TPP bisa terancam," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (1/6).

Advertisement

Reni mengatakan khusus untuk kendaraan roda empat dalam sektor otomotif, Indonesia masih tertinggal dari Thailand. Sebab, penerapan kendaraan ramah lingkungan dalam emisi Euro 4 ke atas masih jauh dibanding negeri gajah putih tersebut.

Menurut dia, pasar eropa mewajibkan kendaraan mobil dengan jaminan ramah lingkungan. Berbeda dengan Thailand dalam memproduksi dengan kewajiban tersebut.

"Memang sebelum mengarah ke sana, kami harus sama-sama membenahi biaya produksi yang mahal, kecukupan energi, dan juga teknologi yang bisa menghasilkan produk sesuai dengan pasarnya," kata dia.

Advertisement

Dari catatannya, ekspor kendaraan bermotor roda empat ke negara-negara anggota TPP pada 2015 tercatat sebesar USD 443,2 juta, atau 20,62 persen dari total outputsektor otomotif Indonesia sebesar USD 2,15 miliar. Serta, ekspor suku cadang kendaraan roda empat mengambil porsi terbesar ekspor industri otomotif dengan nilai USD 910,6 juta atau 42,36 persen.

"Nanti kalau Indonesia ikut TPP dan hanya bisa ekspor ke negara-negara anggota TPP yang itu-itu lagi seperti Jepang atau negara-negara ASEAN kan sama saja. Kami perlu TPP untuk meningkatkan perdagangan ke mitra baru, makanya industri otomotif perlu dibenahi sebelum ekspornya bisa menyaingi Thailand," pungkas dia.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.