LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini Alasan Purbaya Tarik Rp75 Triliun dari Bank

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan penarikan dana sebesar Rp 76 triliun dari perbankan, yang dilakukan untuk kepentingan tertentu.

Jumat, 02 Jan 2026 17:40:00
purbaya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang perdana debottlenecking di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2025). (Liputan6.com/Tira) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan penarikan dana sebesar Rp 76 triliun yang disalurkan ke perbankan. Langkah ini bertujuan untuk mendanai belanja pemerintah pusat dan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, Purbaya telah menginvestasikan total Rp 276 triliun ke dalam perbankan untuk meningkatkan likuiditas. Namun, sebesar Rp 75 triliun kemudian ditarik kembali untuk keperluan belanja pemerintah.

"Jadi saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian," ungkap Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Jumat (2/1).

Dia menambahkan bahwa penarikan dana tersebut tidak akan mengganggu jumlah uang yang beredar dalam sistem perekonomian. Dengan cara ini, belanja pemerintah diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Advertisement

"Jadi tidak menganggu uang beredar di sistem perekonomian. Malah harusnya lebih bagus karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah, pusat masing-masing daerah," ujarnya.

Meskipun dana ditarik, masih terdapat Rp 201 triliun yang tersisa dalam sistem perbankan. "Jadi itu enggak apa-apa, tapi yang Rp 200 (triliun) masih saya taruh di perbankan," tambah Bendahara Negara tersebut.

Advertisement

Silakan Lakukan Penarikan Dana

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang perdana debottlenecking di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2025). (Liputan6.com/Tira) © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penarikan dana sebesar Rp 75 triliun dari sistem perbankan. Penarikan ini merupakan bagian dari total Rp 276 triliun yang sebelumnya ditempatkan pemerintah di berbagai bank.

Purbaya menjelaskan bahwa langkah penarikan dana tersebut tidak akan mengurangi likuiditas perekonomian. Sebaliknya, dana yang ditarik akan digunakan kembali untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintah baik di pusat maupun daerah.

"Sekarang di bank ada Rp 201 triliun, yang Rp 75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi," ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, seperti yang dilaporkan oleh Antara pada Kamis (1/1/2025).

Penempatan Dana di Bank Langkah Penting

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang perdana debottlenecking di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2025). (Liputan6.com/Tira) © 2026 Liputan6.com

Pemerintah sebelumnya telah menempatkan dana yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 276 triliun ke dalam lima bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta satu bank pembangunan daerah (BPD).

Penempatan dana ini bertujuan untuk menjaga stabilitas likuiditas di sektor perbankan dan juga untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Namun, Purbaya mengakui bahwa efektivitas dari kebijakan tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan yang diinginkan.

Secara rinci, dana SAL tersebut dialokasikan ke Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing sebesar Rp 80 triliun. Selain itu, BTN menerima alokasi sebesar Rp 25 triliun, BSI mendapatkan Rp 10 triliun, dan Bank DKI menerima Rp 1 triliun. Dengan demikian, diharapkan alokasi dana tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional dan meningkatkan kinerja perbankan di Indonesia.

Dana Ditarik buat Belanja Negara

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang perdana debottlenecking di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2025). (Liputan6.com/Tira) © 2026 Liputan6.com

Menurut Purbaya, dana yang saat ini ditarik kembali digunakan untuk belanja negara dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun demikian, dampak dari kebijakan penempatan dana di perbankan dianggap belum mencapai hasil yang maksimal.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) per Oktober 2025, pertumbuhan kredit perbankan hanya mencapai 7,36 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini dianggap masih di bawah potensi yang seharusnya dapat dicapai.

Advertisement

"Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu enggak seoptimal yang saya duga sebelumnya," ungkap Purbaya. "Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan," tambahnya.

Berita Terbaru
  • Buku 'Presiden Solusi' Ungkap Pola Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan Prabowo
  • Buku 'Presiden Solusi' Rekam 108 Kebijakan Prabowo, Penulis Sebut sebagai Tanggung Jawab Sejarah
  • Buku 'Presiden Solusi' Rangkum 108 Persoalan yang Diselesaikan Prabowo dalam 18 Bulan
  • Buku 'Presiden Solusi' Soroti Langkah Prabowo Perkuat Integritas Penegakan Hukum
  • RUU Polri Disahkan Hari Ini, Pemerintah dan DPR Sepakat Bawa ke Rapat Paripurna
  • belanja negara
  • berita update
  • konten ai
  • liputan6
  • menkeu purbaya
  • purbaya
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
A
Reporter Arief Rahman Hakim, Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.