IHSG Dibuka Menguat, 9 Saham Ini jadi Rekomendasi Analis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 8,05 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.095,9. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,74 poin atau 0,32 persen ke posisi 871,21.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 8,05 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.095,9. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,74 poin atau 0,32 persen ke posisi 871,21.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan indeks saham berada pada rentang 5.876 hingga 6.123. Pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas.
"Minimnya sentimen serta perlambatan roda perekonomian yang terjadi masih menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang berada dalam pasar modal," ujar William dalam riset harian, Jakarta, Rabu (23/6).
Faktor ini menunjukkan belum terlihat pemicu yang dapat mendorong kenaikan IHSG. Namun momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang.
"Dengan pergerakan fluktuatif yang terjadi dalam IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek, sedangkan momentum tekanan merupakan momentum berharga bagi investor jangka menengah dan panjang," jelasnya.
William menambahkan, langkah sigap pemerintah untuk mempercepat perekonomian, cepat atau lambat pasti akan membuahkan hasil. Sehingga dengan kondisi yang membaik maka kinerja emiten dapat cemerlang dan mendorong kenaikan IHSG di masa yang akan datang.
Melihat kondisi saat ini, analis merekomendasikan beberapa saham pilihan yang bisa menjadi koleksi beli. Pertama, saham perusahaan dengan kode UNVR, ICBP, BBCA, BINA, ITMG, WIKA, ADHI, ASRI dan PWON.
Baca juga:
IHSG Masuk Level 6.000, 9 Saham Ini Laik Jadi Pilihan Beli
IHSG Berpeluang Menguat Seiring Rilis Neraca Perdagangan Mei 2021
IHSG Bergerak di Zona Hijau, 7 Saham Ini Laik jadi Pilihan Beli
Simak 7 Rekomendasi Saham Hari Ini, Ada BCA dan BNI
IHSG Turun di Bawah 6.000, Saham Ini Jadi Rekomendasi Analis
Analis Rekomendasikan 8 Saham Ini, Telkom Masih Andalan