Fakta Unik: TPR Pantai Parangtritis Masih Tenda Darurat, Dispar Bantul Cari Lokasi Ideal
Dinas Pariwisata Bantul berencana memindahkan TPR Pantai Parangtritis ke lokasi yang lebih ideal. Penempatan saat ini dinilai tidak efektif dan berisiko, menyebabkan potensi kebocoran retribusi.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah mengupayakan pencarian lokasi yang lebih ideal untuk Tempat Pemungut Retribusi (TPR) wisata Pantai Parangtritis. Keputusan ini diambil mengingat gerbang masuk wisata yang ada saat ini masih menggunakan tenda darurat dan berlokasi di jalan umum.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi, menjelaskan bahwa TPR sementara yang berada di tepi Jalan Parangtritis, meskipun sudah di selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), masih jauh dari kata ideal. Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan, termasuk risiko keselamatan petugas dan potensi lolosnya retribusi dari wisatawan yang tidak tertib.
Perlunya lokasi yang lebih permanen dan terstruktur menjadi prioritas Dispar Bantul untuk memastikan efektivitas pemungutan retribusi serta keamanan bagi semua pihak. Rencana pemindahan ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang timbul dari penempatan TPR yang tidak ideal saat ini.
Tantangan Penempatan TPR Pantai Parangtritis Saat Ini
Penempatan TPR Pantai Parangtritis saat ini menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Menurut Saryadi, TPR yang ada hanyalah bangunan kecil berupa tenda darurat di pinggir jalan tanpa adanya pembatas lajur yang jelas.
Kondisi ini menyulitkan petugas untuk menghentikan pengendara dengan kecepatan tinggi, yang berisiko bagi keselamatan petugas maupun pengendara itu sendiri. "Kalau mau ideal harus cari lokasi dulu, sehingga bisa membangun TPR yang lebih ideal," kata Saryadi.
Selain itu, ketidakidealan lokasi ini juga berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan. Saryadi menambahkan, "Nah itu yang kadang kadang membuat potensi los (tidak bayar retribusi). Ini memang karena ketidakefektifan TPR ketidakidealnya TPR yang baru."
Berbeda dengan lokasi TPR Pantai Parangtritis yang lama, yang meskipun berada di jalur wisata, namun memiliki lajur dan pembatas di tengah jalan sehingga lebih mudah menghentikan pengunjung. "Kalau saat ini kan tidak ada, padahal sebenarnya masyarakat sudah tahu, juga melihat juga ada petugas di situ, ada pembatas juga, namun tetap saja ada yang menerobos tanpa berhenti," ujarnya.
Urgensi Lokasi Ideal dan Dampaknya pada Retribusi
Pencarian lokasi ideal untuk TPR Pantai Parangtritis menjadi sangat mendesak demi meningkatkan efektivitas dan keamanan. Penempatan TPR di jalan umum dengan lalu lintas berkecepatan tinggi tidak hanya membahayakan petugas tetapi juga membuka celah bagi wisatawan untuk tidak membayar retribusi.
Potensi lolosnya pemasukan retribusi ini, menurut Saryadi, hanya terjadi di TPR Parangtritis dan tidak di TPR wisata pantai lain di sisi barat. Hal ini karena TPR lain berada di jalur khusus objek wisata, bukan jalan umum, sehingga akses wisatawan lebih terkontrol.
"Kalau yang TPR lain memang bukan jalan umum, dan memang jalan ke akses objek wisata sehingga relatif yang lewat situ tidak tinggi, kalau yang masuk Parangtritis kan ada yang dengan kecepatan tinggi, sehingga itu menjadi resiko tersendiri," jelas Saryadi.
Sambil menunggu lokasi ideal ditemukan dan TPR baru dibangun, Dispar Bantul mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis untuk tetap tertib membayar retribusi. "Ya kalau imbauannya supaya masyarakat atau wisatawan mohon tertib kalau memang mau ke objek wisata ya membayar retribusi, gitu saja," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews