LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ESDM Rayu DPR Agar PLN Diberi PMN Rp12 Triliun Guna Melistriki Seluruh Indonesia

Rida menjelaskan, dana tersebut dibutuhkan PLN untuk mewujudkan program Indonesia Terang pada tahun mendatang. Sokongan modal Rp12,02 triliun tersebut merupakan perhitungan untuk mewujudkan visi rasio elektrifikasi 100 persen pada 2022.

2021-05-27 18:15:00
Kementerian ESDM
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta bantuan kepada Komisi VII DPR RI agar PT PLN (Persero) bisa mendapat suntikan modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp12,02 triliun. Dana tersebut akan digunakan melistriki seluruh wilayah Indonesia hingga 100 persen pada 2022 mendatang.

"Melalui forum yang terhormat ini kami mohon bantuan kalau sekiranya nanti PMN untuk PLN bisa ditambah, nanti kami tentu akan ikut kawal di PLN agar penggunaannya betul-betul dimanfaatkan untuk melistriki," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM, Rida Mulyana dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5).

Rida menjelaskan, dana tersebut dibutuhkan PLN untuk mewujudkan program Indonesia Terang pada tahun mendatang. Sokongan modal Rp12,02 triliun tersebut merupakan perhitungan untuk mewujudkan visi rasio elektrifikasi 100 persen pada 2022.

Advertisement

Jika tidak diberikan suntikan modal tersebut, Rida memprediksi target rasio elektrifikasi 100 persen bisa jadi melenceng hingga ke tahun berikutnya.

"Mohon maaf kalau misalnya APBN adanya hanya Rp 5 triliun, jadi bergeser target rasio elektrifikasi ke tahun berikutnya. Jadi mohon dukungannya, saudara kita di 3T sudah 76 tahun gelap gulita," ungkap dia.

Guna mencapai target Indonesia Terang, Rida memaparkan, butuh tiga komponen yakni rasio elektrifikasi, rasio desa berlistrik, dan perluasan jaringan. Untuk rasio elektrifikasi, per kuartal I 2021 itu baru bertambah 0,08 persen dari triwulan sebelumnya menjadi 99,28 persen.

Advertisement

Begitu pula dengan rasio desa berlistrik, yang pada akhir tahun lalu sekitar 99,56 persen, dan bertambah tipis menjadi 99,59 persen pada akhir triwulan I 2021.

Baca juga:
Permudah Akses Konsumen, Kementerian ESDM Dorong Keberadaan 10.000 Pertashop
Pemerintah Salurkan Subsidi LPG 3 Kg Rp 15 T per April 2021
Hadapi Tantangan Pandemi, Menteri Arifin Ungkap Karakter yang Harus Dimiliki Pejabat
PNBP Kementerian ESDM Tembus Rp55 Triliun di Triwulan I-2021
Pasokan BBM dan LPG Periode Libur Lebaran Dipastikan Aman
Dorong Kendaraan Listrik, Pemerintah Perbanyak Pembangunan SPKLU

Daerah Terhubung Jauh

Khusus untuk rasio desa berlistrik, Rida menemukan sejumlah daerah di remote area yang terhubung jauh dengan desa berlistrik di tempat terdekat. Tabung listrik atau alat penyalur daya listrik (APDAL) dan pengisian energi listrik (SPEL) jadi solusi paling memungkinkan.

"Saya lihat sendiri di Papua, jarak satu rumah dengan yang lainnya minimum 500 meter, kadangkala 2 kilometer itu enggak ketemu apa-apa. Sehingga sangat tidak ekonomis dan secara teknis juga tidak dimungkinkan kalau membangun jaringan di sana," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.