Dengan peran koperasi, Desa Sumogawe disulap menjadi lokasi wisata sentra susu
Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang bersiap menjadi desa wisata tangguh susu. Desa ini akan menjadi sentra penghasil susu di Kabupaten Semarang. KUD Wahyu Agung lalu berkembang pesat menjadi koperasi peternak sapi perah yang ada di Desa Sumogawe. Dari semula 250 yang terlibat menjadi 600 peternak.
Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang bersiap menjadi desa wisata tangguh susu. Desa ini akan menjadi sentra penghasil susu di Kabupaten Semarang.
Pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Wahyu Agung, Marsudi Mulyo Utomo, telah mengantongi surat keputusan dari Bupati Semarang untuk merancang program desa wisata tangguh susu di Jawa Tengah. "Desa tangguh susu ini rencananya punya paket wisata berupa sentra-sentra UMKM berbasis makanan dari susu, melihat pemerahan sapi di tiap rumah penduduk," jelasnya, Sabtu (5/5).
"Saat ini, usaha susu sapi telah menjadi penopang utama laju perekonomian masyarakat desa kami. Bahkan, melalui usaha seperti ini, banyak warga yang dulunya tidak bisa mengenyam pendidikan dengan memadai, kini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi. Ini tentunya sejalan dengan misi koperasi dalam memajukan harkat dan derajat anggotanya," paparnya.
Marsudi mengungkapkan, dia membentuk KUD Wahyu Agung pada 2009. "Kita daftarkan ke Dinas Koperasi Kabupaten Semarang selang setahun kemudian tepatnya pada 2010 dengan menggelar RAT. Setelah itu baru dijadikan koperasi," tuturnya.
KUD Wahyu Agung lalu berkembang pesat menjadi koperasi peternak sapi perah yang ada di Desa Sumogawe. Dari semula 250 peternak yang terlibat. Kini jumlahnya jadi 600 orang.
Produksi susu yang dihasilkan anggota KUD Wahyu Agung per harinya mencapai 25.000 ton. "Ini merupakan jumlah yang besar untuk memasok kebutuhan susu murni bagi pabrik Frisian Flag di Bandung," kata Marsudi.
Sebelum dikirim ke Frisian Flag, tiap susu hasil perahan para peternak dimasukan ke mesin pendingin. Baru kemudian dikirim ke Bandung dengan kadar suhu 0 derajat celcius.
Fresh Milk Manager Frisian Flag Indonesia, Efi Lutfiah, menyatakan punya komitmen jangka panjang untuk mengembangbiakan peternakan sapi perah di Indonesia. "Melalui kegiatan Ngariung Bareng Peternak, menjadi initiatif kami untuk membangun komunikasi antara peternak sapi dengan ahli-ahli peternakan sehingga mampu memajukan kesejahteraan para peternak," ujarnya.
Baca juga:
Indonesia krisis kaderisasi penerus koperasi
Pembinaan kurang konsisten, kontribusi koperasi ke PDB RI masih rendah
RAT Koperasi CPW Jatim, Fatma Gus Ipul ingatkan evaluasi organisasi
3 Tahun Jokowi-JK, koperasi dan UKM diklaim dorong ekonomi nasional
Nasabah kelimpungan usai dengar kabar kepala koperasi minum racun
Rugikan negara Rp 4 M dana LPDB, ketua koperasi di Makassar ditahan
Menperin: Koperasi mampu ciptakan pemerataan ekonomi di Indonesia