Covid-19 Dorong Belanja Pemerintah Meningkat Signifikan dalam 5 Tahun
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto mengatakan, belanja negara dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2017 sampai 2022 tercatat rata-rata pertumbuhan sebesar 8,9 persen.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto mengatakan, belanja negara dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2017 sampai 2022 tercatat rata-rata pertumbuhan sebesar 8,9 persen.
"Dari Rp 2.007,4 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 2.786,37 triliun pada tahun 2021," kata Hadiyanto dalam Pembukaan Rakornas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2022, Jakarta, Selasa (12/4).
Dia menyebut peningkatan tersebut dipicu tingginya alokasi belanja pemerintah pusat yang signifikan di tahun 2020. Pertumbuhannya mencapai 22,5 persen dibandingkan tahun 2015. Di tahun tersebut pemerintah melakukan berbagai refocusing anggaran untuk menangani pandemi Covid-19.
"Ini terjadi karena refocusing anggaran sebagai kebijakan fiskal yang mengatasi kondisi extraordinary terhadap pandemi," kata dia.
Sejak saat itu pula, belanja pemerintah pusat selalu mendekati dipa penyerapan 90 persen. Rata-rata penyerapannya mencapai 66,73 persen. Meski begitu tak dapat dipungkiri, masalah penumpukan penyerapan anggaran di kuartal penutup masih terus terjadi. Pemicunya pada belanja barang dan belanja modal di setiap kuartal IV.
"Rata-rata belanja barang di Q4 mencapai 38,1 persen, sementara belanja modal ini mencapai 46,5 persen," kata dia.
Di sisi lain, belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) selama 5 tahun terakhir mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata 1,56 persen. Tercatat dari penyerapan TKDD di tahun 2017 sebesar Rp 741,99 triliun menjadi Rp 785,7 triliun di tahun 2021.
"Kebijakan TKDD ini diarahkan untuk bantu percepatan ekonomi di level daerah, sejalan dengan belanja pusat di masa pandemi," kata dia mengakhiri.
Baca juga:
Sri Mulyani Sebut APBN dan BLU Jadi Instrumen Penting Pulihkan Ekonomi
Sri Mulyani: Masyarakat Kalau Lihat Saya Ingatnya Pajak dan Utang
Sri Mulyani: Pemerintah Hibahkan Barang Milik Negara Rp488,5 Triliun dalam Tiga Tahun
Kemenkeu: Setop Kebiasaan Kebut Penyerapan Anggaran di Akhir Tahun
Bansos Masyarakat Disunat untuk Subsidi BBM
Sri Mulyani Catat APBN 2022 Surplus Rp19,7 Triliun hingga Februari 2022