LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Cerita 7 Bos BUMN jadi guru dadakan di sekolah

Para bos BUMN ini mengikuti program 'Gerakan Direksi Mengajar' yang dicetuskan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

2013-05-21 06:23:00
Dahlan Iskan
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan punya cara sendiri untuk memperingati hari kebangkitan nasional yang jatuh tepat hari Senin, 20 Mei. Dahlan menggunakan bidang pendidikan sebagai saluran untuk tanggung jawab sosial perusahaan pelat merah.

Sejak jauh hari, Dahlan sudah meminta petinggi-petinggi dan bos perusahaan BUMN untuk kembali ke sekolahnya dulu, tempat mereka menimba ilmu dan pendidikan. Bos-bos BUMN yang biasa berbicara di hadapan rekan bisnis harus mau berbagi pengalaman dan pelajaran berharga bagi generasi muda.

Mereka diminta menjadi guru di sekolah masing-masing. Tapi mereka tidak memberi materi mata pelajaran tertentu. Para bos BUMN ini diminta menjadi motivator, membagi pengalaman yang membangkitkan optimisme generasi muda.

Advertisement

Dahlan cukup serius dengan program ini. Untuk menjadi guru, para dirut dibekali materi dari rektor Universitas Paramadina yang juga pencetus gerakan Indonesia Mengajar yakni Anies Baswedan. Dahlan meminta Anis untuk mengajari para bos BUMN bagaimana cara mengajar di sekolah.

"Jangan di sana mengajar matematika atau bahasa. Mereka (dirut BUMN) diperlukan inspirasinya. Disampaikan oleh Anis Baswedan kalau anak SMA memerlukan inspirasi," singkat Dahlan.

Dahlan tidak hanya memberi instruksi. Dia juga turun langsung, tapi tidak ke SMA melainkan menjadi motivator di Universitas Airlangga, Surabaya.

Advertisement

Beberapa bos BUMN menyampaikan kesiapannya 'turun gunung'. Bahkan, mereka membagi kisahnya selama menjadi guru dadakan di SMA-nya masing-masing. Berikut cerita enam bos BUMN yang jadi 'guru dadakan' di sekolah.

Dirut PT Pos

Di hadapan para siswa dan siswi SMA 1 Denpasar, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) I Ketut Mardjana membagi pengalaman sukses menjadi pejabat tinggi di lingkungan perusahaan BUMN.

"Saya berbagi cerita untuk memberikan motivasi kepada siswa di sekolah ini, semoga saja dapat memberikan inspirasi," kata Mardjana.

Dia lulus dari SMA 1 Denpasar pada tahun 1970. SMA itu adalah salah satu SMA favorit di Bali.

Dia juga bercerita mengenai pengalaman hidupnya semasa kecil hingga akhirnya berhasil meraih kesuksesan seperti sekarang.

"Banyak hal yang telah saya alami dan harus melakukan berbagai pekerjaan berat karena saya merupakan anak seorang petani. Walaupun begitu orang tua saya menginginkan untuk bersekolah sehingga dititipkanlah kepada kerabat ayahnya," ujarnya.

Dirut PLN

Direktur Utama PLN, Nur Pramudji mengatakan akan mengajar di SMA 8 Malang. Nur Pamudji adalah salah satu alumnus sekolah di Jawa Timur tersebut.

"Saya ke SMA 8 Malang, hanya akan motivator, memberi motivasi kepada mereka, saya mengatakan negara kita negara besar berkembang hebat. Saya akan ajarkan jangan banyak nonton tv, baca koran saja," ucap Nur Pramudji.

Selain mengajar, Nur Pramudji juga akan berkumpul bersama kelompok pecinta alam SMA 8 Malang. Saat masih sekolah, Nur mengaku mengikuti ekstrakurikuler pecinta alam dan telah beberapa kali mendaki gunung. Pecinta alam yang digeluti Nur Pramudji bernama Gapema (Gabungan Pecinta Mayapada).

"Saya dulu ketua pertama kelompok pecinta alam itu. Kita sudah mendaki Semeru, pernah dua kali dan terakhir dua tahun yang lalu. Setelah mengajar itu nanti main ketemu adik-adik pendaki gunung itu," jelasnya.

Dirut Pegadaian

Direktur Utama Pegadaian Suhwono mengatakan akan memenuhi permintaan Dahlan dan akan menjadi guru di SMA/SMK tempatnya bersekolah dulu.

"Saya akan mengajar di SMKN 1 Sragen Jawa Tengah. Sragen juga sekarang sudah maju dan enggak kampung-kampung banget," ucap Suwhono.

SMEA itu adalah sekolah Suwhono sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro, Semarang.

Suhwono akan memberikan inspirasi dan pengalamannya sebagai direktur utama Pegadaian. "Saya akan ngajar sendiri. Pokoknya secapeknya," jelasnya.

Dirut BRI

Bank Rakyat Indonesia menerjunkan 11 direksinya untuk mengajar di 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia. Langkah ini sebagai dukungan atas 'Gerakan Direksi Mengajar' yang dicanangkan Dahlan Iskan.

Sebelas SMA yang akan menjadi tempat mengajar Direksi BRI antara lain SMA di Bogor, Sragen, Pangkah-Tegal, Boja-Semarang, Surabaya, Boyolali, Pare-Pare, Yogyakarta, dan Purwokerto.

"Agar adik-adik kita ini, terpacu untuk meraih mimpinya masing-masing di masa depan. Jadi mereka itu melihat langsung model untuk sukses itu seperti direksi-direksi ini," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali.

Dirut BRI Sofyan Basir kebagian mengajar di kampung halamannya. Sofyan mengajar di SMA Negeri 1 Bogor. Dia adalah alumnus SMAN itu.

Materi yang nantinya disampaikan dititikberatkan pada riwayat hidup dan juga kisah sukses direksi hingga berhasil mencapai posisi teratas di perusahaan pelat merah. Kesuksesan ini tentunya ditunjang oleh semangat kerja keras, tekad kuat, dan integritas.

"Nilai-nilai semacam inilah yang BRI ingin tanamkan di kalangan generasi muda kita," papar Ali.

Dirut BNI

Tak mau kalah dengan bos-bos BUMN lainnya, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo juga turun gunung dan mengajar di bekas SMA-nya dulu yaitu SMAN 39 Cijantung, Jakarta Timur.

Selain mengajar murid-murid di almamaternya, Gatot menegaskan BNI bakal mengalokasikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Adapun pendistribusian bantuan sarana pendidikan dialokasikan dari dana Corporate Community Responsibility (CCR) BNI.

Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah sehingga bentuknya beragam mulai dari akses internet nirkabel atau wireless fidelity (Wi-Fi), perlengkapan presentasi, pembangunan panggung atau gazebo untuk belajar, renovasi tempat ibadah, buku bacaan, hingga renovasi perpustakaan

"Kita menyalurkan dana bantuan program Bina Lingkungan bidang pendidikan. Sepanjang tahun 2012, alokasi dana Bina Lingkungan mencapai Rp 56,99 miliar dan dapat dialirkan sebesar Rp 41,137 miliar," ucap Gatot.

Dirut Angkasa Pura II

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengaku telah menjalankan perintah Dahlan dengan menjadi guru dadakan di SMAN 24 Jakarta. SMA itu adalah tempat Tri menimba ilmu.Menurut Tri program ini sangat bagus dan sejalan dengan program Bina Lingkungan Pendidikan yang dijalankan korporasi.

Terinspirasi cara Dahlan itu, bos Angkasa Pura II menginstruksikan jajarannya untuk melakukan hal yang sama. "Program ini sangat baik dan kita akan menggalakkan program serupa dengan melibatkan pejabat-pejabat di jajaran manajemen," ucap Tri.

Ide tersebut muncul setelah dirinya mendapatkan respons positif dari para siswa di sekolah yang menjadi almamaternya saat remaja tersebut.

Menurut Tri, antusiasme siswa sangat besar meski dia hanya menceritakan kisah perjalanan karir dan pengalamannya memimpin otoritas bandara.

"Ternyata, itu cukup memotivasi mereka. Jadi ke depan tidak hanya direksi, para pejabat hingga level manager akan saya minta melakukan aksi mengajar ke sekolah-sekolah asal mereka. Ini gerakan yang sangat baik," ungkap Tri Sunoko.

Dirut Mandiri

Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin menegaskan komitmen perseroan ikut meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Jajaran direksi Bank Mandiri yang mengajar adalah Wakil Direktur Utama Riswinandi (SMAN 2 Bukittinggi), Direktur Institutional Banking Abdul Rachman (SMAN 8 Mojosongo Solo dan SMP Islam Diponegoro Solo), Direktur Risk Management Sentot A Sentausa (SMA 4 Cimahi Bandung), Direktur Corporate Banking Fransisca N Mok (SMAN I Gamping Sleman Yogyakarta) serta Direktur Compliance and Human Capital Ogi Prastomiyono (SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang).

Sementara Direktur Finance and Strategy Pahala N Mansury mengajar di SMK Al Muhtadin Depok, Direktur Commercial and Business Banking Sunarso di SMAN 1 Pandaan Pasuruan, Direktur Technology and Operations Kresno Sediarsi di SMAN 1 Imogiri Yogyakarta, Direktur Treasury, Special Asset Management and Financial Institutions Royke Tumilaar di SMK Wirabuana Depok dan Direktur Micro and Retail Banking Hery Gunardi di SMA 2 Bengkulu.

"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang memiliki kemauan dan karakter yang kuat, seperti yang telah ditunjukkan oleh Dr Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo dan Dr Cipto Mangunkusumo saat membentuk organisasi kepemudaan Boedi Oetomo 105 tahun yang lalu," ucap Budi.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.