LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Kebijakan AS naikkan suku bunga berdampak baik untuk Indonesia

Bank Indonesia akan terus melakukan pemantauan dan stabilisasi terhadap nilai tukar.

2015-12-17 09:51:12
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) menyambut baik kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,50 persen dari sebelumnya 0,25 persen. Keputusan AS ini dipercaya akan membawa perbaikan ekonomi Indonesia.

"Suku bunga AS ini juga sangat penting, pasti kita persiapkan diri dengan baik, akan membawa dampak positif terutama bagi perekonomian Indonesia," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/12).

Ronald menambahkan, bank sentral sebagai otoritas moneter akan terus memantau dan mengawasi setiap sikap yang diambil oleh The Fed.

Advertisement

"Pastinya pelaku dunia sudah mengantisipasi dan sebagai sinyal keyakinan ekonomi Amerika Serikat, dan pasti kita persiapkan diri," jelas dia.

Bank Indonesia juga akan terus melakukan pemantauan dan stabilisasi terhadap nilai tukar, memantau perkembangan mekanisme pasar dapat berjalan baik dan melakukan pendalaman pasar. Hal itu dilakukan dalam rangka menopang pasar keuangan Indonesia agar lebih terbiasa dalam menghadapi risiko global.

Menurut Ronald, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi dunia yang memang mulai menggeliat, persaingan semakin kuat, maka mau tidak mau Indonesia harus mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, Indonesia juga harus mulai meningkatkan kapasitas produksi supaya impor dapat dikurangi dan ekspor bisa membaik.

Advertisement

Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,50 persen dari sebelumnya 0,25 persen. Kenaikan suku bunga ini pertama kali dalam hampir satu dekade terakhir.

Kenaikan suku bunga menjadi pertanda bahwa bank sentral Amerika percaya kondisi ekonomi AS telah pulih dari krisis keuangan pada 2007-2009 lalu. Naiknya suku bunga ini menutup perdebatan panjang yang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

"Dengan ekonomi terus membaik, kenaikan suku bunga ini sudah tepat," ucap Gubernur The Fed, Janet Yellen seperti dikutip Reuters, Kamis (17/12).

Yellen menyebut pemulihan ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka pengangguran ke level 5 persen sampai tingkat inflasi yang diprediksi sekitar 2 persen.

Bank sentral AS menekankan, kenaikan suku bunga masih akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan indikator-indikator perekonomian AS, salah satunya adalah tingkat inflasi ke depan.

"Prosesnya ini akan berjalan secara bertahap," ujar Yellen.

Baca juga:
IHSG berhasil dibuka menguat usai The Fed naikkan suku bunga
Jokowi: Suku bunga AS naik, Rupiah masih menguat & harga saham naik
BI: Kenaikan suku bunga AS tidak menakutkan, sudah diantisipasi
JK sebut dana asing tak akan kabur ke AS meski suku bunga naik
Suku bunga AS naik, Rupiah masih stabil di atas Rp 14.000 per USD

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.