LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BBM naik tak banyak bantu turunkan defisit perdagangan

Kondisi global membuat nilai ekspor Indonesia masih anjlok dan belum bisa mengimbangi impor.

2013-06-18 19:30:00
BBM Naik
Advertisement

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati memperkirakan defisit anggaran masih cukup besar. Penyebabnya adalah volume impor minyak dan gas (migas) yang masih tinggi walaupun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sudah pasti dinaikkan.

"Kalau impor migas masih tinggi maka kemungkinan neraca perdagangannya masih bisa mengalami defisit walaupun kita berharap defisitnya tidak semakin besar," ujar Anny dalam Konferensi Pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (18/6).

Dia mengatakan ada faktor global dan eksternal dalam ekspor Indonesia yang mempengaruhi komoditas ekspor Indonesia sehingga angka bea keluar ini masih di bawah tahun lalu.

Advertisement

"Yang agak turun secara signifikan adalah pajak perdagangan internasional yang tahun lalu sebesar 49,9 persen, namun realisasi hingga 7 juni tahun ini baru mencapai 31,9 persen. Utamanya yang rendah adalah dari bea keluar. Kalau tahun lalu di 7 Juni 2012 sudah 50,7 persen, sekarang baru 19,7 persen," ungkap Anny.

Sementara, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), lanjut dia, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 30,4 persen dari PDB menjadi 32,8 persen. "Utamanya yang tertinggi dari penerimaan SDA migas itu di 28,4 persen," kata dia.

Anny memaparkan realisasi penerimaan negara per tanggal 7 Juni mengalami kenaikan pada penerimaan dalam negeri sebesar 34,6 persen terhadap PDB. Lebih rendah dari tahun lalu sebesar 35,7 persen terhadap PDB.

Advertisement

"Penerimaan tersebut di antaranya penerimaan perpajakan sebesar 35,1 persen, lebih rendah dari tahun lalu sebesar 37,1 persen. Kalau dilihat pajak dalam negerinya itu mengalami penurunan di mana tahun ini baru mencapai 35,3 persen dari PDB sedangkan tahun lalu itu sebesar 36,5 persen," paparnya.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.