LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BBM motor dijatah 0,7 liter per hari, kebijakan asal-asalan

Jika direalisasikan, aktivitas ekonomi masyarakat akan terbatas dan terganggu, sehingga berimbas ke pertumbuhan ekonomi.

2013-05-11 12:23:00
subsidi BBM
Advertisement

Pernyataan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo yang menyebutkan wacana mengenai pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan roda empat maupun roda dua, menuai penolakan dari berbagai pihak. Pengamat energi Kurtubi melihat, rencana tersebut tidak jelas dan tidak masuk akal.

Oleh karena itu, lebih baik pemerintah tidak melanjutkan wacana penjatahan pembelian BBM bersubsidi. "Ide yang salah terus dan asal-asalan. Jelas sekali merupakan wacana yang tidak boleh diteruskan apalagi dieksekusi," tegas Kurtubi kepada merdeka.com, Sabtu (11/5).

Menurutnya, jika pemerintah nekat mengeksekusi dan merealisasikan wacana tersebut, maka otomatis akan merugikan rakyat kecil. Terlebih, pengguna sepeda motor. "Karena jarak tempuh mereka terbatas, apalagi jalan di Jakarta macet dan bikin bensin jadi boros," tegasnya.

Advertisement

Dia khawatir, jika wacana ini direalisasikan, justru menimbulkan ketegangan antara pengguna kendaraan bermotor dengan petugas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sebab, pengguna kendaraan bermotor tentu tidak ingin kehabisan BBM di tengah jalan, sementara petugas diwajibkan membatasi pembelian BBM.

"Akan terjadi ketegangan dan perdebatan di pompa bensin antara petugas dengan rakyat," tegasnya.

Selain itu, kebijakan membatasi pembelian BBM bersubsidi bakal menurunkan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, aktivitas perekonomian masyarakat akan terhambat dan macet. "Kegiatan ekonomi terganggu, pertumbuhan ekonomi bisa menurun," ucapnya.

Advertisement

Sebelumnya, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), ternyata tidak mengesampingkan rencana pengendalian konsumsi BBM dengan sistem teknologi informasi.

Pemerintah tetap berencana memasang Radio Frequency Identification (RFID) di mobil pribadi mulai pertengahan tahun ini. Tujuannya untuk pembatasan pembelian BBM.

Terhitung mulai Juli 2013, pemerintah membatasi pembelian BBM untuk mobil dan sepeda motor. "Berdasarkan kebutuhan, sepeda motor 0,7 liter per hari, mobil pribadi 3 liter per hari. Kalau satu kendaraan satu hari hari sudah beli 100 liter itu jelas tidak benar," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5).

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.