LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Atasi ketimpangan, pemerintah perlu selesaikan masalah perkawinan dini perempuan

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Dian Kartikasari, mengatakan sebagian besar perkawinan anak terjadi di antara usia 14-17 tahun. Koalisi Perempuan menemukan usia termuda perkawinan anak perempuan dan laki-laki adalah 12 tahun. Perkawinan pada umumnya menghentikan pendidikan anak.

2018-08-08 15:58:28
Kemiskinan
Advertisement

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, Dian Kartikasari, berpendapat penyelesaian ketimpangan akan semakin efektif jika pemerintah menyelesaikan persoalan strategis perempuan dan anak perempuan yaitu perkawinan anak dan rendahnya pendidikan perempuan.

Dia mengatakan sebagian besar perkawinan anak terjadi di antara usia 14-17 tahun. Koalisi Perempuan menemukan usia termuda perkawinan anak perempuan dan laki-laki adalah 12 tahun.

Menurut dia, perkawinan pada umumnya menghentikan pendidikan anak. Sehingga memunculkan ketimpangan jumlah anak perempuan yang berhasil menyelesaikan SMP maupun SMA.

Advertisement

"Rendahnya pendidikan perempuan akan menyumbang pada rendahnya pekerjaan maupun upah, dan pada akhirnya akan menjebak masyarakat ke dalam lingkaran kemiskinan yang lebih dalam," ungkapnya di Tjikini Lima Cafe, Jakarta, Rabu (8/8).

Dian menambahkan, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 (BPS) tercatat angka rata-rata nasional persentase perempuan usia 20-24 tahun yang pernah kawin sebelum usia 18 tahun adalah 25,71 persen.

"Dari 34 provinsi di Indonesia, dua pertiganya atau 23 provinsi memiliki angka rata-rata, di atas angka nasional," kata dia.

Advertisement

Berdasarkan data tersebut, lima provinsi yang memiliki persentase perkawinan di bawah usia 18 tahun tertinggi adalah Kalimantan Selatan (39,53 persen), Kalimantan Tengah (39,21 persen), Kepulauan Bangka Belitung 37,19 (persen), Sulawesi Barat (36,93 persen) dan Sulawesi Tenggara (36,74 persen).

"Hal ini menunjukan bahwa perkawinan anak merupakan persoalan yang luas terjadi di Indonesia," tandasnya.

Baca juga:
Pengamat puji upaya Pemerintahan Jokowi turunkan angka kemiskinan
Kemensos yakin angka kemiskinan cepat turun dengan kerja sama 3 Kementerian
Anggaran PKH naik, kemiskinan RI ditargetkan turun jadi 9,3 persen
Tiga kementerian bersinergi entaskan kemiskinan melalui Program Bekerja
35 BUMN gelontorkan Rp 360 miliar listriki Jabar hingga Jakarta
Program sambungan listrik gratis 35 BUMN di Jabar telan biaya Rp 56,9 M
Pidato-pidato Jokowi yang memantik serangan lawan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.