AI Disebut Jadi Keharusan bagi Pebisnis, Pelaku Usaha Lambat Beradaptasi Bakal Tertinggal
Fokus utama program diarahkan pada adopsi AI serta strategi mempercepat pertumbuhan bisnis di tengah perubahan lanskap ekonomi digital.
Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dinilai menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa dihindari oleh pelaku usaha di tengah percepatan ekonomi digital. Hal tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Business Blueprint Program (BBP) Batch 8 yang digelar Sevenpreneur bersama MIFX.
Program yang berlangsung secara online dan offline di Jakarta Pusat itu diikuti lebih dari 250 pebisnis dari berbagai sektor industri di Indonesia. Fokus utama program diarahkan pada adopsi AI serta strategi mempercepat pertumbuhan bisnis di tengah perubahan lanskap ekonomi digital.
CEO Sevenpreneur, Devin, mengatakan AI kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan fondasi baru dalam menjalankan bisnis.
"AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Para pebisnis yang gagal mengadopsinya hari ini akan tertinggal dalam 12–24 bulan ke depan. SBBP Batch 8 dirancang untuk memastikan setiap peserta pulang dengan blueprint konkret yang bisa langsung dieksekusi," ujar Devin dikutip Rabu (20/5).
Menurutnya, penggunaan AI kini mulai diterapkan dalam berbagai aspek bisnis, mulai dari operasional, pemasaran, pengambilan keputusan strategis, hingga pengembangan model usaha.
Program tersebut menggabungkan strategic frameworks, studi kasus, serta mentoring langsung dari para pelaku industri dan praktisi bisnis di Indonesia.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Raymond Chin, Ferry Irwandi, CEO Mekari Suwandi Soh, pimpinan Blue Bird Group Sigit Djokosoetono, VP Corporate Strategy MIFX Andy Lazuardy Putra, hingga Direktur Nielsen Rivan Wijaya.
Soroti Pentingnya Literasi Financial
Selain membahas adopsi teknologi, program tersebut juga menyoroti pentingnya literasi finansial dan strategi manajemen risiko di tengah volatilitas ekonomi global.
Sevenpreneur menyebut peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman (F&B), ritel, manufaktur, jasa profesional, hingga startup digital.
Pengembangan Bisnis Berbasis Teknologi
Tingginya partisipasi dinilai mencerminkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap program pengembangan bisnis berbasis praktik dan teknologi.
Melalui program ini, peserta ditargetkan memiliki peta jalan implementasi AI di bisnis masing-masing, strategi pertumbuhan bisnis, serta akses ke komunitas bisnis untuk mendukung pengembangan usaha jangka panjang.