5 Fakta unik di balik industri rokok dunia
Tembakau, bagi pecintanya, sudah menjadi 'hidangan' wajib yang harus tersedia setiap hari.
Tembakau bagai dewa bagi para perokok. Mereka menganggap asap rokok bagai oksigen yang bermanfaat dalam kehidupan. Menilik sejarah, tembakau itu sendiri dimulai dari penduduk asli Amerika yang memperkenalkannya ke penjelajah Eropa. Tembakau lalu diperdagangkan secara masif dan menjadi salah satu produk yang menyokong kolonialisme, juga merupakan faktor penarik untuk mendatangkan budak-budak dari Afrika jauh sebelum kapas ditanam secara masal. China, India, dan Brazil adalah produsen utama dari tembakau global, di ikuti oleh Amerika Serikat, Indonesia dan Zimbabwe. Statistik dari 2013 menunjukkan China memproduksi lebih dari 3 juta metrik ton tembakau, mencakup 40 persen dari produksi tembakau dunia. Sayangnya, besarnya potensi pasar tembakau dinilai merugikan banyak pihak. Penyebabnya adalah kematian dalam skala global yang disebabkan oleh rokok. Bagaimanapun juga kenyataan pahit bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan hingga menyebabkan kematian tidak terelakkan. Namun, kontribusi industri ini cukup signifikan bagi negara. Tembakau adalah tanaman menguntungkan bagi seluruh petani di dunia. Sebab, tanaman ini bisa tumbuh di belahan bumi manapun kecuali di Antartika.
Tembakau, bagi pecintanya, sudah menjadi 'hidangan' wajib yang harus tersedia setiap hari. Baik seusai makan, saat beraktivitas maupun saat sedang bercengkrama dengan kerabat dan sanak saudara.
Tembakau sendiri merupakan tanaman hasil perkebunan yang sebagian besar baik di Indonesia maupun dunia, dimanfaatkan sebagai bahan baku rokok. Manfaat lainnya, tembakau digunakan sebagai komponen obat penenang dan insektisida.
Dalam bahasa latin, tembakau memiliki nama Nicotiana, yang termasuk dalam Family Solanaceae. Ada lebih dari 70 spesies tembakau di seluruh dunia, seperti Nicotiana Acuminata, Nicotiana Africana, Nicotiana Benthamiana, Nicotiana Othopora, Nicotiana Longiflora dan masih banyak lagi.
Namun dari sekian banyak spesies, spesies Nicotiana Tabacum dan Nicotiana Rustica adalah yang paling banyak dikembangkan karena bernilai ekonomis tinggi.
Untuk spesies Nicotiana Rustica, tembakau ini memiliki kandungan yang tinggi yakni sebesar 9 persen. Karena kandungan yang tinggi, nikotin ini biasa digunakan sebagai bahan baku cerutu, komponen obat penenang dan insektisida.
Sementara, untuk spesies Nicotiana Tabacum, kandungan tembakaunya hanya 1-3 persen. Tembakau jenis ini biasa digunakan untuk bahan baku rokok sigaret.
Lalu apa lagi fakta di balik industri rokok ini? Berikut merdeka.com akan merangkumnya seperti dilansir dari World Atlas.Pertama diperkenalkan oleh penduduk asli Amerika
Selain itu, melalui penghapusan hambatan perdagangan, Bangsa Eropa membawa tembakau ke tempat seperti Jepang, Australia, dan Kekaisaran Ottoman (Turki). Sampai saat ini, industri tembakau adalah industri global di mana China adalah produsen utama.China produsen terbesar tembakau dunia
Sementara, untuk kategori ekspotir tembakau terbesar adalah Brazil. Negeri samba menguasai 27 persen dari pasar ekspor dunia berdasarkan nilai ekspor.Potensi kematian penduduk dunia akibat rokok besar
World Health Organisation (WHO) mengungkap, tanpa kebijakan yang efektif jumlah pengguna tembakau di Indonesia pada 2025 akan bertambah menjadi 90 juta orang dari yang saat ini sudah 60 juta orang dari jumlah populasi.Industri rokok salah satu penyumbang terbesar pemasukan negara
Di mana sekitar Rp 150 triliun per tahunnya industri rokok memberi sumbangsih pajak dan cukai kepada negara. Ditambah lagi kenyataan bahwa 6 juta lapangan kerja bergantung dari sektor ini.Tembakau bisa tumbuh di seluruh dunia, kecuali Antartika
Industri tembakau juga memberi manfaat besar bagi perekonomian. Di mana membuka banyak lapangan pekerjaan mulai dari penanaman, penjualan, distribusi, iklan, dan produk lain yang berhubungan dengan tembakau.
Maka dari itu, tidak heran jika banyak negara mengandalkan industri ini untuk menggerakkan perekonomian.