Turki Yakin Yerusalem akan Dibebaskan, Israel Langsung Marah dan Sesumbar
Pernyataan Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Çiftçi mengenai Yerusalem suatu hari nanti akan kembali direbut Turki memicu respons keras dari Israel.
Pernyataan Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Çiftçi mengenai Yerusalem suatu hari nanti akan kembali direbut Turki memicu respons keras dari Israel. Ucapan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang berkuasa di Provinsi Çorum, Sabtu lalu.
Dalam pidatonya, Çiftçi menyinggung sejumlah perkembangan di kawasan Timur Tengah dan menyatakan keyakinannya bahwa Yerusalem pada akhirnya akan "dibebaskan" sebagaimana wilayah lain yang disebutnya telah mengalami perubahan kekuasaan.
"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, insya Allah kita akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," tegasnya dikutip dari MEMO, Selasa (9/6/2026).
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa hal tersebut dapat terwujud di masa depan, seraya memuji kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
"Saya masih percaya hingga hari ini bahwa Tuhan akan menunjukkan kepada kita hari-hari itu. Dia pasti akan menunjukkannya kepada kita. Saya telah mempercayai ini dari lubuk hati saya, dan saya masih mempercayainya. Sama seperti di masa lalu, tempat-tempat ini akan kembali kepada kita sekali lagi. Insya Allah, tempat-tempat itu akan kembali di bawah kekuasaan dan otoritas kita, karena kita memiliki pemimpin global seperti Recep Tayyip Erdoğan di pucuk pimpinan kita. Kita memiliki pemimpin berkaliber global," jelasnya.
Israel Meradang
Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan keras dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Pada Minggu, Katz sesumbar bahwa Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel dan menolak keras pernyataan yang disampaikan pejabat Turki tersebut.
Dia bahkan sesumbar Mendagri Turki sedang bermimpi dan Israel adalah negara yang kuat yang telah teruji atas segala ancaman.
"Saya katakan kepada menteri dalam negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. Israel adalah negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun,” kata Katz.
Singgung Kekaisaran Ottoman dan Erdoğan
Dalam pernyataannya, Katz juga menyinggung sejarah Kekaisaran Ottoman yang pernah menguasai wilayah Yerusalem selama berabad-abad.
"Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Yahudi selama 3.000 tahun dan akan tetap menjadi ibu kota Israel selamanya, sementara Kekaisaran Ottoman yang Anda dan Erdoğan impikan telah runtuh dan tidak akan pernah Kembali," ujarnya.
Tak berhenti di situ, Katz turut mengkritik arah politik yang menurutnya sedang ditempuh pemerintah Turki saat ini. Ia membandingkannya dengan warisan pendiri Republik Turki modern, Mustafa Kemal Atatürk.
"Kami sangat menyesalkan bahwa Anda tidak belajar apa pun dari warisan Mustafa Kemal Atatürk, yang berupaya menjadikan Turki sebagai negara modern. Sebaliknya, Anda mencoba membawa Turki kembali ke era kegelapan dan keterbelakangan," katanya.