Terungkap AS Tak Lagi Bantu Israel Mencegal Rudal Iran
Laporan itu bertolak belakang dengan klaim sebelumnya dari seorang pejabat militer Israel.
Amerika Serikat dilaporkan tidak terlibat dalam pencegatan rudal balistik Iran yang diluncurkan ke wilayah Israel dalam eskalasi terbaru di Timur Tengah. Informasi tersebut disampaikan CNN dengan mengutip seorang pejabat Amerika Serikat.
Laporan itu bertolak belakang dengan klaim sebelumnya dari seorang pejabat militer Israel yang menyebut adanya keterlibatan AS dalam upaya menghadang serangan rudal Iran. Demikian dikutip dari MEMO, Selasa (9/6/2026).
Menurut CNN, militer AS tidak mencegat satu pun rudal Iran yang ditembakkan dalam rangkaian serangan terbaru tersebut. Situasi ini berbeda dengan putaran konflik sebelumnya, ketika pasukan AS mengerahkan sistem pertahanan rudal untuk membantu melindungi Israel dari serangan Iran.
Koordinasi Tetap Berjalan antara AS dan Israel
Meski tidak terlibat langsung dalam pencegatan rudal, pejabat AS yang dikutip CNN menyebut koordinasi antara militer Amerika Serikat dan Israel tetap berlangsung erat selama operasi berlangsung.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, melakukan dua kali komunikasi dengan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.
Koordinasi itu menunjukkan kedua negara tetap menjaga komunikasi intensif di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Ketegangan Memuncak Setelah Serangan di Beirut
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan udara Israel ke Beirut, Lebanon, pada Minggu lalu. Serangan tersebut terjadi meskipun gencatan senjata di wilayah itu masih berlaku.
Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal ke arah wilayah utara Israel. Tak lama kemudian, Israel kembali melancarkan beberapa gelombang serangan udara yang menargetkan wilayah Iran.
Rangkaian aksi saling serang tersebut memperburuk situasi keamanan regional yang sudah berada dalam kondisi rapuh selama beberapa bulan terakhir.
Konflik Berkepanjangan Sejak Serangan Februari
Kawasan Timur Tengah terus berada dalam kondisi tegang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari.
Serangan itu memicu aksi balasan dari Iran yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Upaya meredakan konflik sempat membuahkan hasil ketika gencatan senjata sementara tercapai pada 8 April. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama karena proses negosiasi mengalami kebuntuan.
Perselisihan mengenai pelaksanaan gencatan senjata serta berbagai perkembangan geopolitik berikutnya membuat upaya perdamaian kembali terhambat, sementara ketegangan di kawasan terus meningkat.