LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Bukannya Tobat Usai Dibebaskan Hamas, Tentara Israel ini Mau Kembali ke Gaza buat Lakukan Genosida

Edan Alexander, tentara Israel-Amerika yang dibebaskan Hamas, siap kembali ke Gaza untuk melanjutkan operasi militer.

Senin, 22 Sep 2025 13:35:00
genosida di gaza
Tentara Israel-Amerika Edan Alexander (AP)
Advertisement

Seorang tentara Israel-Amerika bernama Edan Alexander, yang telah dibebaskan oleh Hamas Mei lalu, mengumumkan niatnya untuk kembali ke Gaza. Alexander, yang berusia 21 tahun, menyatakan bahwa ia ingin melanjutkan tugasnya di tentara Israel meskipun telah mengalami penyanderaan selama 584 hari.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara Friends of the Israel Defence Forces (FIDF) di Amerika Serikat.

"Bulan depan saya akan kembali ke Israel dan sekali lagi mengenakan seragam (tentara Israel) saya, bertugas dengan bangga bersama saudara-saudara saya. Kisah saya tidak berakhir dengan bertahan hidup – ini berlanjut dengan pelayanan. Sampai kemenangan," katanya dikutip dari Middle East Eye, Senin (22/9/2025).

Edan Alexander, yang juga merupakan warga negara Amerika, menganggap melayani Israel sebagai salah satu kehormatan terbesar dalam hidupnya. Keputusan untuk kembali ke Gaza ini muncul di tengah situasi yang semakin memprihatinkan, di mana jumlah korban tewas di Gaza akibat agresi Israel telah mencapai lebih dari 65.000 orang sejak Oktober 2023.

Advertisement

Profil Edan Alexander

Tentara Israel-Amerika Edan Alexander Media Sosial

Edan Alexander, terkadang disebut Idan Alexander, adalah seorang tentara Israel-Amerika yang lahir 21 tahun lalu. Ia memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Amerika Serikat dan Israel.

Alexander bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Tenafly, New Jersey.

Advertisement

Alexander ditangkap pada 7 Oktober 2023, saat bertugas di dekat perbatasan Gaza. Selama masa penyanderaannya, ia mengalami berbagai tantangan yang menguji ketahanan mental dan fisiknya.

Ia akhirnya dibebaskan pada bulan Mei 2025, sebagai bagian dari upaya Hamas untuk memajukan pembicaraan gencatan senjata dan membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan.

Penyanderaan dan Pembebasannya

Tentara Israel-Amerika Edan Alexander Reuters

Edan Alexander ditangkap oleh Hamas saat konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina semakin meningkat. Ia ditahan selama 584 hari, yang merupakan periode yang sangat sulit baginya dan keluarganya.

Pembebasannya pada Mei 2025 dilakukan sebagai niat baik dari Hamas untuk memfasilitasi negosiasi gencatan senjata.

Setelah dibebaskan, Alexander menyatakan keinginannya untuk kembali ke tugas militernya. Dia bahkan tak menolak jika harus kembali ke Gaza.

Ia merasa bahwa pengalamannya sebagai tawanan tidak akan menghentikannya untuk melanjutkan perjuangannya.

Jumlah Korban Wafat di Gaza Akibat Genosida Israel Sejak Oktober 2023

Gempuran Israel Gaza makin intensif dengan 150 serangan udara dan artileri, melumpuhkan komunikasi serta memaksa ribuan warga mengungsi. Apa rencana di balik operasi militer ini? Merdeka.com

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 65.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat agresi Israel. Selain itu, lebih dari 165.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam 24 jam terakhir sebelum laporan tersebut, sebanyak 98 orang dilaporkan meninggal dan 385 orang terluka dirawat di rumah sakit di Jalur Gaza. Selain itu, masalah kelaparan dan malnutrisi akibat blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza juga semakin memperburuk situasi.

432 orang warga Gaza, termasuk 146 anak-anak, meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan. Sebuah tragedi kemanusiaan yang begitu luar biasa di era modern ini.

Data Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak 11 Agustus 2025 militer Israel telah menghancurkan 1.600 menara dan bangunan hunian, serta sekitar 13.000 tenda. (Omar AL-QATTAA/AFP) © 2025 Liputan6.com

Keputusan Edan Alexander untuk kembali ke Gaza dan melanjutkan tugas militernya menuai berbagai reaksi dari masyarakat internasional. Banyak yang mempertanyakan etika dan dampak dari tindakan tersebut, terutama di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di Gaza.

Advertisement

Organisasi hak asasi manusia menyerukan agar semua pihak menghentikan kekerasan dan mencari solusi damai untuk konflik yang berkepanjangan ini. Namun, Alexander tetap berpegang pada keyakinannya bahwa melayani Israel adalah panggilan hidupnya.

Berita Terbaru
  • Daftar 12 HP Android Tercepat 2026, Didukung Chipset dan AI Paling Canggih
  • Kemenpar Usulkan Pendampingan Pengelolaan Sampah Horeka, Dorong Kepatuhan Regulasi
  • KPK Rinci Barang Bukti Suap Bupati Muara Enim, Ada Uang Tunai dan Saldo Rekening Miliaran Rupiah
  • Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman Bangga
  • Amerika Serikat Masukkan BYD dan Nio ke Daftar Hitam
  • berita update
  • gaza
  • genosida di gaza
  • israel
  • nais
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
D
Reporter Dani Mardanih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.