Miris di Jawa Barat ada Desa yang Paling Menyedihkan, Begini Potret Rumahnya di Kaki Gunung Tanpa Listrik
Salah satu warganya bahkan masih terpaksa tinggal di sebuah gubuk berdinding bambu yang mulai termakan usia.
Di tengah nyamannya berbagai sudut daerah di Jawa Barat, ada salah satu desa yang hingga saat ini memiliki kondisi yang begitu memprihatinkan. Bagaimana tidak, di zaman serba canggih nan modern ini, justru masih ada sebuah desa di kaki gunung yang serba kekurangan.
Setiap harinya, warga setempat harus merasakan kesulitan tanpa akses listrik. Salah satu warganya bahkan masih terpaksa tinggal di sebuah gubuk berdinding bambu yang mulai termakan usia.
Atapnya banyak yang mengalami kerusakan hingga air hujan seringkali memasuki sudut-sudut rumah dengan mudah. Berikut potretnya, melansir dari kanal YouTube Stefano Sanjaya, Selasa (15/4).
Kampungnya Tak Gunakan Listrik
Salah satu desa atau kampung yang masih memiliki kondisi memprihatinkan tersebut yakni berlokasi di Cianjur. Pertama kali, hal itu diperlihatkan secara langsung oleh pemilik kanal YouTube Stefano Sanjaya.
Sang pemilik video mengungkap situasi perkampungan di bawah kaki gunung yang sebenarnya begitu syahdu, nyaman, dan indah. Bagaimana tidak, udaranya masih tampak sejuk dan banyak pemandangan cantik mengitari area pedesaan.
Sayangnya, kampung tersebut hingga saat ini masih jauh dari kata nyaman bagi warga setempat. Mereka terpaksa hidup tanpa adanya listrik yang belum menjangkau area kampung.
“Desa ini tuh belum ada listriknya, padahal pemandangan di sekitarnya bagus banget ya,” ungkap sang pemilik video.
Untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan energi, setiap harinya salah satu warga di kampung itu mengaku masih menggunakan turbin. Kondisi miris ini membuat sang pemilik video begitu merasa prihatin.
“Teh, di sini mah belum ada listrik ya? Masih pada pakai turbin ya?” tanyanya.
“Iya,” jawab salah satu warga.
“Nah, ini yang menyedihkan juga ya di Jawa Barat, yang termasuk paling parah lah ya,” jelas sang pemilik video.
Rumah Warganya Memprihatinkan
Selain kondisi tersebut, salah satu warga di kampung itu bahkan memiliki hunian yang kurang layak untuk ditinggali. Selain dinding bambu yang mulai termakan usia, banyak di antara kayu atap yang mulai keropos hingga seng yang tak lagi ada di tempatnya.
Hal ini membuat si pemilik hunian terpaksa seringkali berjibaku melindungi kediaman dan barang-barang saat hujan melanda. Sebab, atap yang bolong di sejumlah titik membuat air hujan dapat dengan mudah masuk ke rumah.
Salah satu usaha si pemilik rumah demi mempertahankan barang dari kerusakan saat hujan turun ialah dengan menggunakan plastik kresek sebagai pengganti atap. Meski telah diusahakan sedemikian rupa, kresek tak dapat melindungi si tuan rumahnya dari tetesan air hujan.
“Wah, ini sampai pakai kresek ya biar enggak tembus kalau ada hujan turun,” kata sang pemilik video.
“Iya, tapi tetap tembus,” ungkap si pemilik rumah.
Banjir Sorotan
Kondisi miris dari perkampungan hingga rumah salah satu warganya pun membuat warganet ikut banjir air mata. Banyak di antaranya yang langsung menyolek Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga berharap yang terbaik bagi warga di kampung kaki gunung itu.
“Enak sebenarnya desanya ya, tempatnya adem. Semoga bapaknya dilancarkan rezekinya selalu,” tulis akun @sigitwibowo590
“Semoga Pak Dedi Mulyadi segera tahu permasalahan di kampung ini ya,” tulis akun pargiyemx2w
“Walau miskin dan terpencil, desa ini tetap indah banget loh,” tulis akun @sulistiowatichannel0206
“Semoga pemerintah baik daerah atau pun pusat bisa melihat dan cepat turun tangan untuk membenahi kampung yg tertinggal dan membatu ekonominya biiar cepat tumbuh sejajar dg daerah lain,” tulis akkun @pahrubolang
“Mudah-mudahan Pak Dedi Mulyadi melihat video ini ya Allah,” tulis akun @halimasakdiyah3087