Tidak ada perangkat mobile yang aman, BlackBerry sekalipun
Menurut Edward Snowden, di tahun 2009 silam, BlackBerry berhasil jebol.
Banyak orang yang mengetahui bahwa salah satu keunggulan BlackBerry adalah sisi keamanan datanya. Namun, Edward Snowden, agen NSA, kabarkan bahwa tidak ada kata aman, bahkan bagi pengguna BlackBerry-pun.
Sebelumnya, kabar seputar National Security Agency (NSA) dengan programnya PRISM tidak sebegitu heboh, namun berita tersebut menjadi mencuat ketika Yahoo!, Google, Apple, Facebook dan beberapa perusahaan dengan pengguna melebihi 1 miliar orang itu dituding telah membocorkan data pengguna mereka ke pihak pemerintah Amerika Serikat.
Berita seputar pembocoran data dari perusahaan-perusahaan raksasa tersebut terkuak setelah salah seorang agen dari NSA bernama Edward Snowden mengungkapkannya dan disebarkan secara serentak oleh The Washington Post dan The Guardian pada tanggal 06 Juni lalu.
Dalam hal ini, beberapa pihak bertanya-tanya apakah BlackBerry juga termasuk dalam program PRISM ini?
Tidak banyak pihak atau juga media yang mem-blow up masalah keterlibatan BlackBerry seputar hal ini, namun dikutip dari Guardian (17/06), Snowden juga menjelaskan bahwa pada tahun 2009 lalu, beberapa perangkat dari anggota yang menghadiri Group 20 atau disingkat G20 berhasil dibobol dan disadap.
Tentunya dari pembobolan tersebut, banyak informasi dengan kategori 'top secret' termasuk juga email sampai dengan log telepon juga dimonitori oleh kelompok tertentu.
Memang Snowden tidak menyebutkan apakah sang pembobol perangkat BlackBerry di acara G20 tahun 2009 tersebut ada pautannya dengan PRISM dan NSA atau tidak, yang jelas dia hanya mengatakan bahwa perangkat BlackBerry di tahun tersebut berhasil dijebol.
Dari ungkapan yang dilontarkan Snowden tersebut, memunculkan satu tanda tanya besar apakah tagline BlackBerry adalah perusahaan dengan tingkat keamanan tinggi dalam proteksi data penggunanya tersebut hanya sekadar slogan?(mdk/das)