Smartphone berlayar besar, inovasi yang mubazir?
Phablet memang menawarkan layar lebar. Namun, bergunakah fitur ini?
Salah satu perangkat pintar yang mulai menjadi tren di tahun 2013 ini adalah phablet. Banyak produsen yang mulai melirik perangkat gado-gado smartphone dan tablet ini untuk ditawarkan dalam portofolio perangkat pintar mereka.
Namun, satu hal yang menjadi pertanyaan, dengan ukurannya yang tanggung, apakah perangkat ini memang dibutuhkan?
Sebelumnya, Bloomberg (1/4) sendiri pernah melansir data persebaran perangkat pintar di dunia hingga 2 Februari lalu. Hasilnya, gadget dengan ukuran smartphone (layar 3,5"-4,9") masih lebih diminati dibanding phablet (layar 5"-6,9").
Bahkan, angka penjualan phablet pun bisa dibilang sangat rendah jika dibandingkan dengan penjualan tablet. Tercatat, tablet dengan ukuran 7" ke atas nilai penjualannya masih jauh lebih baik ketimbang phablet.
Jika diamati, phablet sendiri memang menyulitkan para pengguna dalam penggunaan sehari-hari. Dengan ukuran tanggungnya, sangat sulit menenteng phablet ketika beraktivitas. Padahal, perangkat ini sebenarnya tak ubahnya smartphone yang penggunaannya dibutuhkan pengguna kapan saja.
Hal ini ditambah pula dengan fungsi kebanyakan phablet yang terlalu mirip dengan smartphone dibandingkan tablet. Maka, memiliki phablet pun sebenarnya mirip dengan memiliki smartphone namun dengan layar yang lebih besar.
Di sisi lain, layar besar sebenarnya bukanlah prioritas utama dalam memilih sebuah perangkat. Jika resolusi atau kerapatan pixelnya rendah, tetap saja layar besar phablet akan mubazir.
Meski begitu, hal ini nampaknya tak mengubah pandangan para produsen smartphone dunia tentang phablet. Nokia misalnya, mereka malah baru akan membuat sebuah phablet dengan dukungan OS Windows Phone.
(mdk/nvl)