Kenapa tahun baru harus dirayakan?
Setiap tahunnya, banyak orang di seluruh dunia yang merayakan acara tutup tahun dengan berbagai aktivitas.
Pesta perayaan pergantian tahun dari 2012 ke 2013 telah usai. Banyak orang kembali memulai aktivitas di tahun yang baru. Kenapa setiap tahunnya hampir semua orang di dunia merayakannya secara berulang-ulang?
Menurut yang pernah dilansir oleh English Pravda pada tanggal 29 Desember 2011 lalu, tahun baru adalah suatu 'ritual dan simbol' tak tertulis yang disepakati oleh orang seluruh dunia.
Aktivitas seperti menyalakan kembang api, meniup terompet sampai dengan kumpul-kumpul dengan kerabat atau teman juga ikut mewarnai serta dilakukan secara (kurang lebih) sama setiap akhir tahun.
Jacqueline Meireles, seorang psikolog menjelaskan, "Perayaan tahun baru tersebut menurut beberapa orang sangat penting karena di hari itu, orang akan mengakhiri semua hal yang terjadi di tahun sebelumnya dan menyusun sesuatu hal baru di tahun berikutnya."
Meireles juga menambahkan bahwa permasalahan dan segala hal yang berputar sepanjang tahun sebelumnya harus mendapatkan 'update' di tahun berikutnya. "Oleh karenanya, mereka menandai akhir tahun dengan suatu perayaan meriah dengan tujuan sebagai simbol harapan dan segala hal baru yang akan mereka lakukan," lanjutnya.
Ungkapan dari Meireles tersebut juga mendapat support dari psikolog lainnya yang mengatakan bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki satu keinginan mendasar yaitu yang disebut harapan. Setiap manusia akan berharap lebih baik dari tahun sebelumnya dan tahun baru adalah titik start untuk memulainya.
"Dengan segala kesedihan yang terjadi selama tahun 2012 ini, kita berharap suatu perubahan ke arah baik di tahun 2013," ungkap Laura Concannon, seseorang yang ikut merayakan pergantian tahun baru di Times Square, Amerika Serikat, kepada Huffington Post (31/12/2012).
Memang tidak semua orang akan merayakan acara tahun baru dengan hura-hura atau keluar ke jalanan bergabung dengan orang lainnya. Ada pula yang mengisinya dengan keluarga di rumah atau melakukan aktivitas keagamaan sebagai refleksi diri selama tahun berikut dan berharap yang terbaik di tahun berikut.
Namun, ada pendapat lain dari Thestudentroom.co.uk, "Mengapa setiap orang harus menunggu acara tahun baru atau di hari terakhir untuk setiap tahun ketika ingin merefleksi apa saja yang mereka kerjakan dan apa saja yang ingin perbaiki? Apabila setiap orang mau sadar, hal tersebut juga dapat dilakukan kapanpun tanpa harus menunggu tahun baru," ungkap salah seorang penulis di situs tersebut.
Menurut Wikipedia, penanggalan dan kesepakatan tak tertulis seputar tahun baru ini didasarkan pada penanggalan Gregorian. Perayaan tahun baru pertama kali dilakukan pada tanggal 1 Januari 45 SM.
Namun, di beberapa negara atau agama, terdapat pula acara tahun baru yang 'resmi' untuk mereka sendiri. Seperti contohnya di Islam ada tahun baru Hijriyah, untuk masyarakat China ada yang dikenal dengan nama Imlek dan masih banyak lagi. Kesemuanya juga memiliki tanggal sendiri.
So, kenapa Anda melakukan 'ritual' pergantian tahun yang boleh dibilang hampir sama dari tahun ke tahun dan apa harapan Anda di tahun 2013 ini?(mdk/das)