Versi quick count: Incumbent unggul di Pilkada Madiun
Dari 4 kandidat yang bersaing, pasangan incumbent, Muhtarom-Iswanto yang diusung PKB dan Demokrat menang.
Perebutan tahta Pendopo Kabupaten Madiun, Jawa Timur usai digelar hari ini (19/6). Sebanyak 598.448 pemilih dari 206 desa di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun telah menentukan pilihannya.
Berdasarkan perhitungan cepat (quick count) yang digelar Lembaga Survey Proximity, dari empat kandidat yang bersaing hari ini, pasangan incumbent, Muhtarom-Iswanto (MuIs), yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Demokrat, unggul dengan perolehan 56,36 persen suara. Disusul pasangan nomor urut 3 yaitu Sukiman-Suprapto (SuPra) yang diusung PDIP dan Golkar, memperoleh angka 40.27 persen suara.
Bertengger diurutan tiga, pasangan via independent, Widi Priyanto-Suntoro (WiRo) mengumpulkan 1,78 persen dan yang terakhir pasangan nomor urut empat yang diusung oleh PKNU, Partai Patriot dan Partai Demokrasi Kebangsaan, yaitu Sumardi-Dimyati Dahlan (Sahati) memperoleh 1,59 persen suara.
Menurut Presiden Direktur Proximity, Whima Edy N, dari jumlah TPS se-Kabupaten Madiun, yaitu 1.261 yang diambil sebagai sampling 150 TPS dengan jumlah pemilih sampel 71.550 orang. Dari data suara yang masuk di Lembaga Proximity, dikatakan Whima, ada sekitar 97,39 persen dengan partisipasi pemilih sebanyak 68,40 persen.
Whima juga menerangkan, faktor penentu kemenangan pasangan incumbent ini, adalah lebih populer di Madiun, yang kedua, mereka (pasangan incumbent) saat memimpin dianggap cukup bagus, sehingga dipandang masih cukup kapabel untuk memimpin lagi lima tahun ke depan.
"Selanjutnya, pasangan ini banyak turun ke masyarakat dan dianggap cukup dermawan selama memimpin Kabupaten Madiun," tandas Whima.(mdk/bal)