LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tanggapi Hasil Survei, Ridwan Kamil Nilai Lebih Relevan kalau Resmi Berduet

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di posisi kedua dalam survei Indikator sebagai calon wakil presiden. Menanggapi hasil ini, Ridwan Kamil menilai hasil survei lebih relevan jika memang sudah diresmikan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

2022-01-11 21:05:13
Ridwan Kamil
Advertisement

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di posisi kedua dalam survei Indikator sebagai calon wakil presiden. Menanggapi hasil ini, Ridwan Kamil menilai hasil survei lebih relevan jika memang sudah diresmikan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Dulu waktu maju di Pilwalkot, hasil survei saya dimulai dari enam persen. Alhamdulillah pada pemilihan menang. Tapi kalau konteks survei, lebih relevan ketika nama-nama calon sudah resmi dipasangkan," kata Ridwan Kamil kepada wartawan, Bandung, Selasa (11/1).

Di posisi pertama ditempati oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno. Bagi Ridwan Kamil, raihan Sandiaga di urutan pertama dianggap wajar, karena memiliki pengalaman mengikuti Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden.

Advertisement

"Jujur saja saya kaget berada di urutan kedua (di atas tokoh politik lain). Kalau urutan pertama Bang Sandi wajar, karena pernah jadi Cawapres waktu Pilpres kemarin. Saya apresiasi pilihan masyarakat melalui survei yang datang dari persepsi saat pelaksanaan survei ini," ucap dia.

Saat ini Ridwan Kamil ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur. Urusan Pilpres 2024 dianggap masih panjang.

Dalam survei Indikator, Ridwan Kamil Barat berada di urutan kedua dengan meraih 15,3 persen, tepat di bawah Sandiaga yang berada di urutan pertama dengan raihan 25 persen.

Advertisement

Survei tersebut dilaksanakan pada 6-11 Desember, dengan tajuk Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19, Pandemic Fatigue dan dinamika elektoral jelang Pemilu 2024.

Dalam survei tersebut, disimulasikan 12 nama calon wakil presiden dari pertanyaan siapa wakil presiden yang akan dipilih jika Pilpres diadakan saat ini.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metoda multistage random sampling dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi, serta dilakukan penambahan 800 responden di Jawa Timur.

Metoda ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen, dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check) dan hasilnya tidak ditemukan kesalahan berarti.

Baca juga:
Baliho Ridwan Kamil for President 2024 Mulai Bermunculan di Jabar
DPR: Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Bantah Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Airlangga: Pemilu 2024 Siklus Lima Tahunan Sesuai UU
Demokrat: Pandemi Covid Tidak Menghalangi Proses Pemilu 2024
FX Rudy Klaim Dukungan untuk Ganjar Nyapres Terus Mengalir
Megawati: Survei Jangan Jadi Pegangan, Bahagiakan Rakyat untuk Menangkan Pemilu 2024

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.