Pengamat: PKS alami disorientasi politik
"Saya pikir kalau ini (kemelut PKS) gerakan politik, maka masyarakat akan kritis melihatnya.
Kemelut yang dialami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdampak pada citra partai. Terakhir kasus korupsi suap daging impor yang menjerat Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi kini ditetapkan sebagai tersangka.
Gerakan perbaikan citra dilakukan PKS, mulai mengubah moto partai dari slogan; "bersih, jujur dan adil" menjadi "cinta, kerja dan harmoni".
Terakhir, untuk mengubah citra jelang pemilu 2014, PKS melawan arus opini dugaan kasus suap dengan menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mewacanakan bahwa kasus itu dipolitisir. Ujungnya mereka mewacanakan keluar dari koalisi.
"Saya pikir ada upaya kompensasi mereka (PKS) coba menarik persoalan ini ke persoalan lain seperti KPK di politisir, terus kemudian Demokrat bermain agenda politik dibalik kasus daging sapi," kata Pengamat Politik UI Boni Hargens, Minggu (26/5).
Menurut anda posisi PKS semakin resisten? Boni menjawab, justru itu artinya secara hukum persoalan Luthfi Hasan Ishaaq dan kawan-kawan sulit di pungkiri ini persoalan kriminal.
"Saya pikir ini (kemelut PKS) gerakan politik. Maka masyarakat akan kritis melihatnya. Tapi yang pasti PKS disorientasi," kata Boni.(mdk/mtf)