PDIP prediksi ada 3 poros yang akan bersaing di Pilgub DKI
Sampai saat ini belum ada koalisi permanen di Indonesia.
Suhu politik jelang Pilgub DKI kian panas. Koalisi Kekeluargaan disebut bakal pecah dalam waktu dekat. Hal ini menyusul wacana pembentukan poros baru dengan komposisi PKB, PAN, PPP, dan Partai Demokrat.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menyambut baik kekuatan baru di Jakarta itu. Dari kondisi ini, Andreas memprediksi Pilgub DKI akan melibatkan 3-4 poros kekuatan.
"Ya sah-sah saja. Kita lihat munculnya poros baru kan akan melihat pada tren berapa persenan. Di situ kita lihat 2 atau 3 paling banyak 4," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9).
Menyikapi pecahnya koalisi kekeluargaan, dia menilai tidak ada koalisi yang permanen di Indonesia. Andreas lebih memilih menggunakan kata forum komunikasi antar partai ketimbang koalisi.
"Enggak ada satu koalisi pun yang benar-benar jalan di Indonesia. Koalisi yang benar-benar itu enggak ada yang jalan. Makanya hemat-hemat lah pakai kata koalisi itu. Yang lebih realistis itu adalah poros kerja sama antar partai," ujarnya.
"Realita yang ada itu koalisi sebagai forum komunikasi antar partai, upaya membangun kerja sama dengan partai tapi sampai sekarang belum ada 1 kerja sama yang paten menuju pencalonan Pilkada DKI. Belum ada pasangan yang fix untuk dicalonkan DKI," sambung Andreas.
Baca juga:
Ahok soal khotbah Amien Rais: Sudah baca seruan MUI belum?
Ditunjuk PKS jadi calon pendamping Sandiaga, ini reaksi Mardani
Didukung PKS, Gerindra pede kans Sandiaga menangi Pilgub kian besar
Diusung PKS, Mardani segera jalani fit and proper tes di Gerindra
PKS klaim Gerindra sepakat usung pasangan Sandi Uno-Mardani Ali Sera