Mereka bakal bertarung merebut kursi Demokrat-1
Partai Demokrat memastikan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) sebelum 9 April untuk memilih ketua umum baru.
Demi untuk ikut Pemilu 2014, Partai Demokrat mau tidak mau harus menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), agar posisi ketua umum segera terisi setelah ditinggalkan Anas Urbaningrum. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini adalah satu-satunya calon ketua umum dari 3 calon yang bertarung dalam kongres 2010 lalu di Bandung yang tidak tersandung kasus korupsi. Anas dan Andi Mallarangeng kini menjadi tersangka kasus Hambalang. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Sekretaris Dewan Pembina Jero Wacik dianggap sebagai kader senior yang dianggap pantas menjadi sebagai ketua umum. Jero yang kini menjadi Menteri ESDM masih malu-malu meski menyatakan bersedia. Meski belum pernah menyatakan kesiapannya secara langsung menggantikan posisi Anas Urbaningrum, anggota Dewan Pembina Syarifuddin Hasan banyak disebut sebagai bakal kandidat kuat. Mantan politikus Golkar ini memang tidak begitu diunggulkan untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat di KLB nanti. Namun Hayono yang kini menjadi anggota Dewan Pembina menyatakan siap, meski menyadari pencalonan dirinya tidak akan mulus. Berstatus sebagai wakil sekjen dalam kepengurusan 2010-2015, Saan dikenal sebagai salah satu loyalis Anas Urbaningrum. Saan juga merupakan aktivis HMI yang selama ini jaringannya sangat berpengaruh di Partai Demokrat. Posisinya sebagai sekretaris jenderal sangat sentral di Partai Demokrat. Putra bungsu SBY ini bahkan memutuskan mundur sebagai anggota DPR untuk fokus mengurusi partai.
KLB direncanakan akan digelar sebelum 9 April mendatang, yakni batas waktu penyerahan Daftar Caleg Sementara (DCS). Sesuai dengan undang-undang, tanda tangan ketua umum wajib dibubuhkan dalam pengajuan DCS itu.
Bali, tempat partai yang didirikan SBY itu pertama kali menggelar Kongres pada 2005, kemungkinan besar akan menjadi pilihan lokasi KLB. Beberapa nama sudah digadang-gadang akan maju dan bahkan sudah ada yang mengklaim didukung DPC dan DPD dari berbagai daerah.
Jika mekanisme yang dipilih dalam KLB adalah voting terbuka dari para perwakilan DPC dan DPD, pertarungan kuat akan terjadi. Diduga masih ada sisa-sisa kekuatan Anas di kalangan pengurus daerah yang bisa saja memenangkan calon yang 'direstui' Anas.
Siapa saja calon-calon yang siap memperebutkan posisi Demokrat-1? berikut ulasannya:Marzuki Alie
Marzuki dianggap calon kuat karena senioritas dan pernah menjadi sekjen pada kepengurusan 2005-2010. "Dukungan terbesar berasal dari pengurus cabang yang ada di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur," ungkap Marzuki akhir pekan lalu di Solo, Jawa Tengah.
Selain Pulau Jawa, Marzuki juga mengaku mendapat dukungan dari para pengurus di wilayah Indonesia Timur. Meski tak sebesar di Jawa, menurutnya dukungan tersebut juga cukup signifikan. "Para pendukung Anas pada pemilihan lalu juga akan memberikan dukungannya ke saya. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Anas. Dan beliau menyetujui serta merestuinya," ujar Marzuki.Jero Wacik
"Kalau siap saya siap saja," Kamis (8/3) di kantornya.
Jero merupakan petinggi Demokrat yang bersuara keras saat hasil survei yang dirilis berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas partai terus anjlok. Puncaknya saat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut Demokrat hanya akan dipilih 8,3 persen pemilih saja.
Dia meminta Ketua Majelis Tinggi SBY untuk turun tangan membenahi partai. SBY yang sedang dalam lawatannya ke Liberia dan Timur Tengah pun kemudian meresponsnya dengan mengambil alih kepemimpinan partai. Tak lama berselang, Anas menjadi tersangka dalam kasus Hambalang.Syarif Hasan
Syarif merupakan kader lama yang turut mendirikan partai itu bersama-sama para pendiri lain. Soal peluang suaminya, Ingrid Kansil sang istri justru pesimis. "Saya rasa bukan Pak Syarief, beliau kan harus fokus di pemerintah," kata Ingrid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).
Dengan posisi sebagai menteri koperasi dan UKM, Syarif, kata Ingrid tengah berkonsentrasi penuh menjalankan program-program kementerian yang dipimpinnya.
Namun, lanjut bintang iklan yang juga anggota DPR ini, bila kader memang menginginkan Syarief maju sebagai ketum, tentunya tanggung jawab itu harus diemban. "Kalau memang diharapkan sejumlah kader, mau enggak mau. Tapi Saya enggak yakin Pak syarief," ujarnya.Hayono Isman
"Saya siap, tapi dukungan terbesar kepada Marzuki setelah Pak Anas, untuk memudahkan pengelolaan partai," kata Hayono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2).
Secara pribadi, Hayono malah lebih menjagokan Marzuki Alie. "Marzuki pernah menjadi sekjen, saya yakin mampu menggairahkan Partai Demokrat," kata bekas Menpora di era Orde baru itu.Saan Mustopa
Saan yang juga anggota Komisi III DPR, tidak membantah dirinya mendapat dukungan DPC dan DPD Partai Demokrat untuk maju menjadi ketum.
"Saya menunggu dari DPC dan DPD. Kalau suara-suara DPD dan DPC ada, kita akan pertimbangkan. Kita akan pikirkan, dan istikharah lah," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (11/3).
Saan mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang selalu intens berkomunikasi dengan DPC dan DPD Partai Demokrat. Namun dia membantah hal itu dilakukan untuk menggalang suara di KLB nanti. "Belum ada (dukungan DPD DPC), silaturahmi saja, komunikasi tetap dijalankan, soal ke depan tergantung DPC dan DPD. Silaturahmi selalu intens," imbuhnya.
Saan pun merasa masih belum perlu untuk mundur sebagai anggota DPR, karena hingga kini pihaknya belum memutuskan untuk maju sebagai calon ketua umum di KLB. "Saya belum mau maju, siapapun ketumnya, biar fokus, maka siapapun ketum harus fokus 24 jam mengurus partai, tidak boleh nyambi," tegas dia.
Saan membantah jika dia sengaja diinstruksikan untuk maju oleh Anas Urbaningrum. Menurut Saan, pihaknya belum berkomunikasi dengan Anas. "Saya belum komunikasi dengan Mas Anas," terangnya.Edhie Baskoro Yudhoyono
Belum ada memang pihak yang menjagokan Ibas. Namun secara tersirat, hasil rapat Majelis Tinggi dengan ketua DPD se-Indonesia di Cikeas Sabtu (2/3) lalu menghasilkan kriteria ketua umum yang mengarah ke Ibas.
"Kriteria ketua umum Demokrat adalah orang yang disetujui semua pihak yang 100 persen hanya mengurus partai sampai 2014. Tidak bisa orang-orang yang merangkap jabatan khusus," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Amir Syamsuddin usai rapat.
Ketika didesak jika kriteria itu mengarah kepada Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, Amir berkelit, "Jangan tanya sekarang, besok-besok kan masih bisa."
Seperti diketahui, pasca mundurnya Anas, ada empat Plt ketua umum Partai Demokrat yakni Waketum I Max Sopacua, Waketum II Jhonny Allen Marbun, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Direktur Eksekutif DPP Totok Riyanto.