LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ical tak masuk Timses Jokowi, PKB tak berani komentar

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku tak tahu, apakah nama Ical tak diusulkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto atau ada alasan lain. Menurut dia, yang tahu sebenarnya tentang hal itu yakni Golkar.

2018-09-26 11:33:02
Partai Golkar
Advertisement

Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tak masuk ke dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Golkar lebih memilih Jusuf Kalla (JK) dan Akbar Tandjung sebagai ketua dan anggota dewan pengarah di TKN.

Terkait hal itu, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding tak berani berkomentar banyak. Menurut dia, itu merupakan ranah Golkar yang berhak mengirimkan nama ke TKN yang terdiri dari 9 parpol pendukung.

"Saya kira hal tersebut ditanyakan ke Golkar karena menyangkut internal mereka," kata Karding kepada merdeka.com, Rabu (26/9).

Advertisement

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku tak tahu, apakah nama Ical tak diusulkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto atau ada alasan lain. Menurut dia, yang tahu sebenarnya tentang hal itu yakni Golkar.

"Saya tidak tahu apakah tak diusulkan atau bagaimana saya tak paham," singkat Karding.

Sementara itu, Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily menolak menjelaskan alasan Ical tak masuk TKN Jokowi-Ma'ruf.

Advertisement

"Itu bisa tanyakan ke ketum (Airlangga Hartarto)," kata Ace saat dikonfirmasi, Rabu (26/9).

TKN terdiri dari gabungan parpol pendukung koalisi Jokowi-Ma'ruf seperti PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI. Tokoh senior termasuk ketua umum partai masuk ke dalam Timses.

Ace mengatakan, kewenangan memasukan kader di TKN Jokowi-Ma'ruf merupakan prerogatif sang ketua umum Airlangga Hartarto.

"Rekomendasi (TKN) kewenangan ketum," singkat Ace.

Ical belakangan kerap mengkritik keras pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Meskipun, Golkar bagian dari pemerintah dan pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Ical sempat menyoroti polemik pengusiran dan penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di berbagai daerah Tanah Air. Mantan Ketum Golkar menyoroti sikap represif dan netralitas aparat yang dianggap membahayakan demokrasi di Indonesia.

Teranyar, Ical juga menyoroti tentang kondisi ekonomi kekinian. Dia bahkan menginstruksikan agar Golkar mengkritik kondisi ekonomi yang dianggapnya sudah memprihatinkan.

"Dewan Pembina Golkar berpendapat bahwa situasi dan perkembangan negara terasa tidak nyaman sementara keadaan perekonomian cukup memperihatinkan terutama sebagai akibat dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat, mengurangi cadangan devisa negara dan menyebabkan ketimpangan APBN," kata Ical dalam keterangan tertulis, Selasa (25/9) kemarin.

Dalam pernyataannya, Ical juga ingatkan kader Golkar yang masuk Timses Jokowi-Ma'ruf aktif memenangkan Pilpres 2019. Tapi tak lupa pula, kader beringin yang tak masuk timses menjaga kehormatan Golkar dengan menambah perolehan kursi di parlemen.

Baca juga:
Kritik keras Ical dan gejolak dukungan Golkar
Kenapa Aburizal Bakrie tak masuk Timses Jokowi-Ma'ruf?
Ical minta Golkar lebih kritis sikapi kondisi ekonomi yang memprihatinkan
Ical beri saran ke Golkar agar sukses di Pileg dan Jokowi-Ma'ruf menang
Gara-gara caleg dukung Prabowo, Golkar dinilai bisa ditinggal pemilih
'Golkar pinggiran' dukung Prabowo, PAN duga karena Airlangga gagal jadi cawapres
Lewat surat, Eni beberkan kronologi saat diminta Golkar kawal Proyek PLTU Riau-1

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.