Geruduk Kemenkum HAM, loyalis Ical minta kemenangan Agung dianulir
"Yang mengatakan menang Ancol itu adalah pendapat pribadi. Ini yang ingin kami jelaskan ke Menkum HAM," kata dia.
Loyalis Aburizal Bakrie (Ical) dipimpin oleh Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali, Idrus Marham mendatangi Kementerian Hukum dan HAM. Mereka bermaksud memprotes putusan Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly yang mensahkan kepengurusan Partai Golkar di bawah Agung Laksono.
"Profesor Muladi ketua mahkamah partai (MP) Golkar ketika ada rapat, mahkamah partai tidak pernah memutuskan, salah satu pihak yang menang dan mengutip putusan mahkamah partai bahwa mahkamah partai tidak pernah memutuskan memenangkan salah satu pihak. Kalau begitu berarti yang disahkan Menkum HAM tidak benar," kata Idrus di kantor Kemenkum HAM, Jakarta, Rabu (11/10).
Idrus menyatakan, kader-kader Golkar tersebut ingin meminta penjelasan kepada Menkum HAM atas keputusannya. Putusan itu dinilai tidak objektif dan melenceng dari keputusan mahkamah partai.
"Yang mengatakan menang Ancol itu adalah pendapat pribadi. Ini yang ingin kami jelaskan ke Menkum HAM dan melampirkan putusan itu," tambah dia.
Lebih lanjut, Idrus berharap Yasonna bisa menelaah kembali apa yang sudah terlanjur diputuskannya. Sehingga kemenangan kubu Agung dapat dianulir karena keputusan yang salah.
"Mudah-mudahan ada satu kejernihan untuk melihat ini. Tentu tadi malam melihat adanya keprihatinan adanya surat itu," tandasnya.
Baca juga:
Gerindra dukung Golkar ajukan hak angket soal keputusan Menkum HAM
Fahri ke Yasonna: Ingat pesan Mega, PDIP korban intervensi kekuasaan
Idrus klaim Bareskrim sampai buat timsus usut dokumen palsu Agung
Akbar Tandjung: Penyelesaian Golkar hanya bisa melalui Munaslub
Fadli Zon sebut Menkum HAM abuse of power sahkan Golkar kubu Agung
Ical kalah, Fahri ingatkan Jokowi soal komitmen tidak saling ganggu
Tolak kemenangan kubu Agung, loyalis Ical bakal geruduk Kemenkum HAM