LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Demokrat soal Pilgub DKI: Kami siapkan etika dan elektabilitasnya

Demokrat belum tentukan sikap siapa yang bakal diusung di Pilgub DKI 2017.

2016-08-19 23:35:00
Pilgub DKI 2017
Advertisement

Partai Demokrat masih belum mengumumkan nama calon yang akan diusung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Hanya memiliki 10 kursi di DPRD DKI, membuat partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini harus melakukan koalisi untuk ikut di Pilgub DKI 2017 mendatang.

"Karena kursi kami tidak cukup, jadi koalisi itu sebuah keniscayaan. Itu pasti kami lakukan, enggak mungkin kami sendiri," kata Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma 41, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Partai berlambang bintang Mercy, itu masih membuka peluang bagi partai manapun untuk menjalin koalisi. Termasuk dengan PDIP.

"Saya tadi pagi berkomunikasi dengan Hasto (Sekjen PDIP). Satu-satunya yang bisa ngusung calon kan PDIP nah berarti bisa juga (berkoalisi)," ungkap Hinca.

Begitu juga dengan partai yang tergabung dengan koalisi kekeluargaan. Partai Demokrat terus menjalin komunikasi antar partai baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat. Seperti Partai Gerindra dan PKS yang melakukan komunikasi politik.

"Ya jadi kami tetap menjalin komunikasi, dengan siapa saja sampai kursi kami itu cukup baru kita mengusung calon, semuanya masih cair belum ada satu nama yang belum disepakati, tapi komunikasi kami cair," beber Hinca.

Hinca menegaskan, pihaknya saat ini masih mencari calon terbaik yang akan diusung dalam Pilgub DKI nanti.

"Kami siap berkoalisi, kami sangat siap berkompetisi. Sekarang kami lagi bekerja, mencari nama yang terbaik untuk diusung, petinggi partai akan memutuskan. Ada tahapan-tahapan, ketika baru mencapai pemain ada ukuran. Ketika sudah jadi, tarung habis-habisan. Kami dua-duanya siapkan, etika dan elektabilitasnya," tutur Hinca.

"Untuk memastikan siapa orangnya, sabar dulu, kami selesaikan pinggir-pinggirnya dulu. Selesaikan Banten, Aceh, Sulawesi Barat, Papua Barat, biar sedap," tutup Hinca.

Baca juga:
PPP tegas tak gabung PDIP jika usung Ahok-Djarot
Gerindra: Mendagri & BPK saja diajak ribut Ahok, apalagi cuma Sekda
Ahok: Aku ini CEO yang dipekerjakan oleh partai politik
FX Rudy minta Ahok tahu diri, jangan mentang-mentang sudah populer
Dulu menyanjung, kini Ahok tak butuh Heru lagi buat cawagub
Ahok sebut cuma minta Djarot, bukan dukungan PDIP
Momen-momen Ahok bertemu Megawati

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.