Wendi korban sandera Kelompok Abu Sayyaf tak kapok melaut
"Kalau dikatakan takut, tidak juga. Saya masih berencana untuk kembali bekerja di kapal setelah kondisi pulih,".
Salah satu korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina yang berasal dari Kota Padang, Wendi Khardian mengaku tidak akan berhenti melaut. Keinginan itu sudah disampaikan ke perusahaan tempatnya bekerja.
"Kalau dikatakan takut, tidak juga. Saya masih berencana untuk kembali bekerja di kapal setelah kondisi pulih," ujar Wendi di Padang, Selasa (3/5).
Saat ini Wendi mengaku harus istirahat untuk memulihkan kondisi badan sebelum kembali bekerja melaut seperti sedia kala.
"Saya perlu memulihkan kondisi kesehatan terlebih dahulu, selain itu juga meredakan kembali perasaan keluarga," tutur Wendi.
Asmizar (53),Ibu Wendi mengatakan tidak ingin membatas-batasi pekerjaan anaknya.
"Kalau Wendi berkeinginan kembali bekerja di kapal, tentu tidak bisa dilarang. Hanya saja saya kalau kapal ke Filipina, dia tidak ikut berangkat, ibu trauma," ucap Asmizar.
Asmizar mengungkapkan kondisi Wendi setelah dibebaskan dari sandera kelompok Abu Sayyaf, terlihat kurus.
"Sedih melihat badannya kurus. Namun kami bersyukur Wendi kembali dengan selamat. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu," ujarnya dilansir dari Antara.
Wendi Khardian adalah salah satu dari 10 Anak Buah Kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang disandera milisi Abu Sayyaf di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, 26 Maret 2016.
(mdk/cob)