Warga bakar Polres Padang Cermin, Lampung
"Saat terjadi perkelahian, polisi dianggap memihak. Sekitar 400 warga melakukan tindakan anarkis," ujar Kombes Agus.
Perkelahian antar dusun warga Dantar suku sunda dan dusun Hanau Berak suku Lampung akibat SARA berujung pembakaran Polres Padang Cermin, Lampung. Polisi dianggap memihak warga Dantar, hingga menyebabkan ratusan warga dusun Hanau Berak marah.
"Pada saat terlibat perkelahian, polisi dianggap memihak. Sekitar 400 warga melakukan tindakan anarkis pada Mapolsek, melempari kendaraan yang ada termasuk salah satu sepeda motor," kata Kabag Penum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di kantornya, Selasa (7/8).
Meski tidak jatuh korban jiwa, pembakaran ini mengakibatkan kerugiaan material dan kaburnya dua tahanan di Mapolsek Padang Cermin. "Kerugian sementara 8 unit kendaraan ada 2 roda 4 dan 6 roda 2 dan ada beberapa peralatan kantor. Kita masih lakukan pendataan dampak dari itu juga tahanan melarikan diri wanita," katanya.
Dari pembakaran ini polisi telah mengamankan empat orang yang diduga sebagai penggerak. Dari dusun Hanau Berak yakni Ahzan, Wardana, Azwari serta telah dua saksi dari dusun Padang Cermin.
Saat ini polisi masih berupaya mencoba membuat perjanjian dengan para pemuda dan tokoh masyarakat terkait upaya damai dua belah pihak. "Kita masih penyelidikan termasuk melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda. Kita harus kumpulkan bukti-bukti lain," tutupnya.(mdk/did)