Wali Kota Tangerang minta solusi macet penutupan tol Karang Tengah
Wali Kota Tangerang minta solusi macet penutupan tol Karang Tengah. Penutupan tol berimbas pada kemacetan di dalam Kota Tangerang. Pemerintah pusat diminta ikut memikirkan solusinya karena sudah menganggu mobilitas masyarakat.
Beberapa hari terakhir warga mengeluhkan kemacetan panjang sebagai imbas kebijakan penutupan Gerbang Tol (GT) Karang Tengah ke tol dalam Kota Tangerang (Tol Kebon Nanas) menjadi sistem integrasi tol Tangerang Merak. Kebijakan penutupan gerbang tol ini memberikan dampak cukup signifikan bagi Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah berjanji berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengevaluasi permasalahan kemacetan imbas dari dialihkannya pintu Tol Karang Tengah.
"Kita akan bersurat kepada pemerintah pusat, karena kita tidak ingin akses keluar masuk Kota Tangerang terjadi bottleneck atau penyempitan jalur," ucap Arief, kemarin.
Arief juga berharap pemerintah pusat ikut memikirkan solusi yang menanggulangi kemacetan yang terjadi di dalam kota Tangerang akibat dihilangkannya pintu Tol Karang Tengah yang secara langsung berdampak pada menumpuknya kendaraan di jalan protokol Kota Tangerang. Kondisi ini sangat mengganggu mobilitas masyarakat, baik itu karyawan maupun para pelajar yang akan bersekolah.
"Semoga pemerintah pusat bisa segera mengambil sikap, karena dampaknya bukan hanya ke pekerja yang mau ke Jakarta tapi juga ke anak sekolah," ungkap Arief.
Pantauan merdeka.com pada Selasa (11/4) siang, kemacetan di ruas tol Kebun Nanas sudah berangsur mulai terkendali. Pihak Jasa Marga memberlakukan tiket manual dengan jumlah petugas satu loket tiga orang. Hal itu lumayan mampu mengurai kemacetan. Untuk jarak dari Kebun Nanas ke Bandara Soekarno-Hatta sendiri pada siang tadi biasanya macet di GT Karang Tengah.