Vaksinasi ulang dinilai bisa meredam kegelisahan masyarakat
Saleh menyarankan harus ada pengecekan kesehatan sebelumnya apabila ada pasien yang akan divaksinasi ulang.
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah untuk memberikan vaksinasi ulang kepada para korban yang diduga sempat menerima vaksin palsu dari sejumlah rumah sakit. Dirinya menyebut, langkah ini bisa meredam sedikit kegelisahan masyarakat yang sempat dihebohkan terkuaknya kasus pemberian vaksin palsu selama bertahun-tahun.
"Kita apresiasi. Ini bisa meredam kegelisahan masyarakat," kata Saleh di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (18/7).
Meski demikian, Saleh menyarankan harus ada pengecekan kesehatan sebelumnya apabila ada pasien yang akan divaksinasi ulang melalui kebijakan tersebut. Sebab menurutnya, tidak semua anak-anak yang diduga menjadi korban pemberian vaksin palsu wajib divaksinasi ulang lantaran perlu adanya observasi dan penilaian dokter mengenai hal tersebut.
"Saya sarankan harus ada medical check up, untuk melihat apakah ada dampak ke kesehatan. Kalau ada dampak vaksin palsu, dirawat dulu. Tidak semuanya anak-anak wajib divaksin ulang. Perlu diobservasi kalau ada yang tidak butuh (divaksin ulang) menurut penilaian dokter," kata Saleh.
"Jika pemerintah mau melakukan vaksin ulang, harus ada izin orangtua dan orangtua harus hadir. Vaksin ulang diharapkan bisa meredam situasi yang sedang panas akhir-akhir ini," pungkasnya.
Baca juga:
Gerindra salahkan BIN lantaran beredar vaksin palsu
Data sementara, 165 bayi di Kota Bekasi pernah diberi vaksin palsu
PDIP usul pemerintah sanksi tegas RS terbukti sediakan vaksin palsu
Kericuhan soal vaksin palsu di RS Elisabeth berujung ke ranah hukum
Alasan dokter Indra turun tangan cari vaksin dari sales