Unggahan status FB tak ada unsur kebencian, kasus dosen USU diminta disudahi
"Karena dalam postingan tersebut memang tidak ada nuansa ujaran kebenciannya. Apalagi jika mau dikaitkan dengan peristiwa bom surabaya seperti pemberitaan yang beredar saat ini. Jelas dalam postingan tersebut tidak ada menyinggung soal bom," kata Ketua umum Badan Koordinasi (Badko) HMI, Septian Fujiansyah Chaniago.
Penangkapan sekaligus penahanan terhadap dosen Universitas Sumatera Utara (USU), HDL (46), karena dugaan ujaran kebencian, mendapat protes. Polda Sumut diminta fokus pada masalah yang lebih penting.
Protes disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara. Status yang diposting HDL, "Skenario pengalihan yang sempurna #2019gantipresiden" dinilai tidak dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Menurut mereka, sikap Polda Sumut berlebihan dalam kasus ini.
"Karena dalam postingan tersebut memang tidak ada nuansa ujaran kebenciannya. Apalagi jika mau dikaitkan dengan peristiwa bom surabaya seperti pemberitaan yang beredar saat ini. Jelas dalam postingan tersebut tidak ada menyinggung soal bom," kata Ketua umum Badan Koordinasi (Badko) HMI, Septian Fujiansyah Chaniago, Sumatera Utara, Kamis (24/5).
Menurut Septian, postingan HDL lebih mengarah kepada pendapat ataupun kritik terhadap pemerintah. Hal itu merupakan konsekuensi dalam berdemokrasi dan merupakan hak konstitusional warga negara.
"Oleh karenanya HMI meminta Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, untuk menyudahi kasus ini dan lebih menyarankan Kapolda untuk lebih fokus dalam agenda pengawalan Kamtibmas sepanjang bulan Ramadhan dan menuju Pilgub Sumut 27 Juni mendatang," imbaunya.
Saat ini, HDL masih berada di dalam tahanan Polda Sumut. "Masih dalam proses sidik, dan yang bersangkutan masih ditahan," kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.
HDL ditahan penyidik Polda Sumut karena diduga melakukan ujaran kebencian. Pegawai negeri sipil (PNS) yang merupakan dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU) itu ditangkap di rumahnya di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Medan, Sabtu (19/5).
HDL diamankan setelah statusnya di halaman Facebook miliknya, di antaranya "Skenario pengalihan yg sempurna... #2019GantiPresiden" mengundang perdebatan. Polisi menduga dia telah melakukan ujaran kebencian melalui status yang ditulis pascateror di Surabaya, Minggu (13/5).
Setelah postingannya viral, perempuan dengan pendidikan terakhir S2 ini langsung menutup akun facebooknya. Namun, netizen sudah menyimpan screenshootnya dan membagikannya ke media daring.
HDL diduga telah melakukan ujaran kebencian. Mereka dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.
Baca juga:
Ali Mochtar: Pemerintah dalam konsep agama tak boleh difitnah dan dicaci
Polisi tegaskan dosen USU masih ditahan, proses berlanjut
Video ABG ancam Jokowi dibuat 3 bulan lalu, pelaku sesali perbuatannya
Ancam tembak Jokowi, pemuda yang ditangkap polisi mengaku hanya bercanda
Polisi tangkap pria penghina Jokowi di Instagram
Dianggap anti-Pancasila, Guru besar Undip merasa ditunggangi
Kapolda Metro perintahkan anak buahnya cari pria yang hina Jokowi di Instagram