Udin, si penghubung tim SAR Rusia dengan Indonesia
Tak seperti dugaan banyak orang, menurut Syahrudin, orang Rusia memiliki keramahan yang sama dengan orang Indonesia.
Menemani dan menjadi penerjemah bagi tim SAR Rusia menjadi pekerjaan berat bagi Syahrudin. Sebagai penerjemah, dia harus memastikan komunikasi antara tim Rusia dan Indonesia dapat terjalin dengan baik, pasalnya tak semua tim Rusia bisa berbicara bahasa Inggris.
"Selama memandu mereka, saya bukan menjaga jarak, tapi menjembatani kalau ada hal-hal yang bersifat teknis," ujar Syahrudin di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Kamis (17/5).
Sifat teknis yang dibantu olehnya antara lain beberapa permintaan untuk memenuhi kebutuhan tim asal Rusia tersebut. Seperti sarana listrik, sanitasi hingga persediaan air bersih selama berada di lokasi evakuasi.
Tak seperti dugaan banyak orang, menurut Syahrudin, orang Rusia memiliki keramahan yang sama dengan orang Indonesia.
"Kalau mereka, prinsipnya kalau santai welcome saja. Tapi kalau sedang serius di lapangan tertutup. Kalau sudah kenal mereka, rasanya seperti sahabat," ungkap dia.
Menurut Udin, sapaan Syahrudin, tim Rusia mengaku sangat terbantu atas kerjasama yang diberikan oleh tim SAR Indonesia. Bahkan, kebutuhan mereka untuk melakukan sejumlah pekerjaan selalu disediakan.
"Mereka tidak merasa dilepas begitu saja. Mereka melihat Indonesia sangat unggul dalam solidaritas, kemanusiaan dan persahabatan," beber Udin.
Merasa keberadaannya sangat dianggap, tak jarang beberapa warga mengambil kesempatan untuk berfoto bersama mereka. Bahkan berfoto di depan helikopter jenis Super Puma yang terpakir di tengah landasan.
"Ada wartawan Rusia yang wawancara ditemani salah satu pedagang dan foto-foto bersama masyarakat," lanjutnya.
Hal tersebut merupakan hasil dari himbauan Udin kepada tim penyelamat maupun wartawan asal Rusia agar ramah kepada penduduk setempat. "Saya selalu ingatkan agar tidak sombong, tidak angkuh," tandasnya.(mdk/hhw)