LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Uap panas dari tanah di Gunung Kidul tak terkait aktivitas vulkanik

Uap panas dari tanah di Gunung Kidul tak terkait aktivitas vulkanik. Keluarnya asap panas dan uap diduga merupakan hasil dari pelapukan batuan dan keluar gas metan.

2017-02-18 10:59:30
Panas bumi
Advertisement

Tanah di RT 2 RW 3, Dusun Kayen, Sampang, kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul yang mengeluarkan asap dan uap air, terus diteliti oleh Balai Pengembangan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. BPPTKG Yogyakarta sudah menerjunkan tim untuk meneliti langsung ke lokasi pada Jumat (17/2).

Kepala BPPTKG Yogyakarta, I Gusti Made Agung Nandaka mengatakan, pihaknya telah memastikan bahwa tanah yang mengeluarkan asap dan uap air di Gunungkidul yang berada tak jauh dari Gunung Api Purba Nglanggeran, tidak terkait aktivitas vulkanik. Sebab, sudah sejak jutaan tahun yang lalu Gunung Api Purba Nglanggeran mati tidak ada aktivitas vulkanik.

"Kedalaman keluarnya asap hanya dangkal. Kemarin saya melihat foto yang dikirimkan dan informasinya kedalaman keluarnya uap hanya sekitar 15 sentimeter. Itu fenomena permukaan bukan dari aktivitas vulkanik," papar Made ketika dihubungi, Jumat (17/2).

Made menduga keluarnya asap panas dan uap merupakan hasil dari pelapukan batuan dan keluar gas metan. Namun untuk memastikannya, lanjut Made, diperlukan penelitian lebih mendalam terkait fenomena tersebut.

"Beberapa tahun lalu pernah ada peristiwa yang sama. Hanya berlangsung singkat. Tetapi untuk memastikan kita masih menunggu penelitian lebih lanjut," beber Made.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tanah pekarangan milik Trisno Wiyono di RT 2 RW 3 dusun Kayen, Sampang, kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, mengeluarkan uap dan asap panas sejak Kamis (16/2). Asap panas dan uap ini masih terus keluar hingga Jumat (17/2).

Munculnya asap dan uap menurut saksi mata Supriyono berawal ketika pemilik rumah milik Trisno Wiyono hendak menanam pohon binahong di pekarangan rumah miliknya.

”Sekitar pukul enam pagi, saat menggali tanah tiba-tiba keluar asap panas dari dalam tanah,” kata Supriyono, Kamis (16/2).

Supriyono menambahkan bahwa oleh pemilik rumah lokasi keluarnya asap dipasang pipa terbuat dari bahan plastik. Namun tidak kuat menahan panas yang dihasilkan sehingga pipa plastik hingga bengkok.

Baca juga:
Sampel tanah keluar asap panas di Dusun Kayeng dicek laboratorium
Asap panas keluar dari dalam tanah bikin heboh warga Gunung Kidul
Sistem satu data tekan biaya eksplorasi panas bumi
Usaha panas bumi di Indonesia terancam, Jokowi diminta turun tangan
KPK diminta turun tangan awasi pencaplokan aset BUMN
Arcandra: Panas bumi merupakan kearifan lokal Indonesia
Baca eksepsi, eks Presdir Geo Dipa klaim ambil tindakan sesuai tugas

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.