LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Turki tuding 9 sekolah terafiliasi Gulen, Mendikbud sebut konyol

Mendikbud juga membantah tudingan adanya kucuran dana dari Gulen untuk pengelolaan dan operasional sekolah.

2016-08-01 13:11:48
Kudeta Militer Turki
Advertisement

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, tudingan pemerintah Turki terkait sembilan sekolah di Indonesia yang berafiliasi dengan organisasi teroris Fethullah Gulen sangat konyol. Muhadjir memastikan sekolah di Indonesia tidak ada terafiliasi dengan gerakan teroris Turki.

"Dituduh sarang teroris konyol sekali itu tuduhan-tuduhan. Enggak ada sama sekali tanda-tanda kekerasan, tanda-tanda teror di sana (sekolah yang dituding terafiliasi dengan Gulen), nggak ada itu," tegas Muhadjir di Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur NO. 14, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini juga membantah tudingan adanya kucuran dana dari Gulen untuk pengelolaan dan operasional sekolah-sekolah tersebut. "Itu tidak ada uang dari Turki ke sini, siswa bayarnya mahal kok. malah mungkin uang sini dibawa ke Turki itu," jelasnya.

Advertisement

Untuk diketahui, Kedutaan Besar Turki mendesak pemerintah Indonesia menutup sekolah-sekolah swasta didanai yayasan binaan Fethullah Gulen, ulama diklaim sebagai dalang kudeta militer. Sekolah-sekolah itu tersebar di enam provinsi, semua berformat asrama memakai pengantar dwibahasa serta menyediakan beasiswa.

Dalam keterangan pers dilansir dari situs resmi kedutaan, Kamis (28/7), pemerintah Turki menyebut sekolah Kharisma Bangsa, Pribadi Bilingual School, hingga Sekolah Kesatuan Bangsa menginduk pada Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD). Jika dirunut lagi, induk yayasan ini dikelola oleh jaringan Hizmet binaan Gulen.

Pemerintahan Presiden Reccep Tayyip Erdogan sejak tiga tahun lalu menyatakan Gerakan Hizmet dan semua anak organisasinya sebagai jaringan teroris. Kendati demikian banyak negara, termasuk Indonesia, belum mengadopsi sikap yang sama.

Advertisement

"Sekolah-sekolah ini terkait dengan aktivitas organisasi teroris," seperti dikutip dari keterangan tertulis di situs Kedubes Turki.

"Kami sangat prihatin organisasi teroris leluasa beraktivitas di Indonesia."

Desakan pada pemerintah Indonesia ini merujuk Dekrit Presiden Erdogan yang diteken pada 23 Juli lalu. Atas dasar beleid tersebut, pemerintah Turki menutup 1.043 sekolah swasta, 1.229 yayasan, serta 15 universitas di seluruh negeri. Semua lembaga itu dilarang beroperasi karena didanai oleh Gerakan Gulen.

Berikut daftar lengkap sekolah yang diklaim pemerintah Turki didanai

oleh Gerakan Gulen:

1) Pribadi Bilingual Boarding School, Depok, Jawa Barat

2) Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung, Jawa Barat

3) Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan, Banten

4) Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, Jawa Tengah

5) Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, D.I Yogyakarta

6) Sragen Bilingual Boarding School, Sragen, Jawa Tengah

7) Fatih Boys School, Aceh

8) Fatih Girls School, Aceh

9) Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan

Baca juga:
Tak cuma di RI, Turki minta Nigeria tutup 17 sekolah binaan Gulen
Sekolah Pribadi tegaskan sudah putus kontrak dengan lembaga Turki
Otoriternya Erdogan sampai minta UIN & 9 sekolah ditutup paksa
Sekolah Fatih Bilingual di Aceh bantah terkait gerakan Gulen
Sekolah Pribadi Depok sebut tudingan keterkaitan Gulen adalah fitnah
Disebut terkait Gulen, sekolah Sragen Bilingual terancam ditutup
Dituding terkait Gulen, Sekolah Bilingual Bandung merasa dirugikan
Pemerintah tak mengiyakan desakan Turki tutup sekolah terkait Gulen
Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel bantah didanai gerakan Gulen
Mendikbud akan klarifikasi tujuan Turki minta 9 sekolah ditutup
9 Sekolah di Indonesia sebut tudingan Kedubes Turki fitnah keji

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.