Tor-tor diklaim Malaysia, Mega sarankan buat hak paten
"Saya dari zaman wakil presiden, sudah bilang ada yang namanya hak atas kekayaan intelektual, ada UU-nya," kata Mega.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri prihatin mendengar kabar pemerintah Malaysia mengklaim tari tor-tor asal Mandailing, Sumatera Utara. Ia menyarankan agar pemerintah segera mematenkan tarian tersebut.
"Saya dari zaman wakil presiden, sudah bilang ada yang namanya hak atas kekayaan intelektual, ada UU-nya, itu barang dipatenkan," terang Megawati di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Selasa (26/6).
Mega menjelaskan seharusnya pemerintah melek mata untuk aset kebudayaan Indonesia agar tidak diklaim oleh Malaysia. Apalagi reog dan batik juga sempat diklaim oleh negeri jiran tersebut. Mega menyarankan agar dibuat hak paten terhadap semua aset budaya Indonesia.
"Mau dibawa ke UNESCO, ngapain? Pergi aja ke hak paten, patenkan tor-tor milik kita," jelasnya
Sementara itu ia menceritakan saat menjabat sebagai wakil presiden dia juga pernah mengalami hal yang sama. Tempe, makanan khas Indonesia pernah juga ingin diklaim oleh negara Jepang. Ia menyatakan kepada orang Jepang tersebut bahwa tempe sudah mendunia. Namun akhirnya makanan tersebut tetap menjadi warisan makanan Indonesia.
"Waktu itu ada kasus tempet saya bilang ke orang Jepang-nya,tempe is our food not Japanese food, di Jepang gak ada. Dia gak mau kalah si orang Jepang. Dia buat tempe beraroma, tapi yang penting tempe milik kita," cerita Mega.(mdk/war)