Tol Soroja di Bandung ditargetkan rampung Agustus 2016
Pembebasan lahan kurang 10 persen.
Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja) yang menghubungkan Kota - Kabupaten Bandung ditargetkan pembangunannya rampung Agustus 2016. Sehingga penyelenggaraan PON XIX 2016 yang dilakukan pada September, jalan tol sudah bisa digunakan.
Groundbreaking atau peletakan batu pertama Tol Soroja dimulai Kamis (10/9) ini, oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Bupati Bandung Dadang Naser.
Hadir dari beberapa konsorsium PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Sarana selaku pemenang tender.
"Direncanakan selesai Agustus sebelum PON (September 2016), walaupun masih ada 10 persen lahan yang belum dibebaskan. Tapi kami optimis," kata Menteri Basuki.
Senada diutarakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, percepatan pembangunan Tol Soroja mampu menunjang penyelenggaraan seremoni Pekan Olahraga Nasional 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
"Infrastruktur sangat penting, untuk memperlancar secara keseluruhan. Selain itu, semoga mempercepat akses baik menuju Kabupaten Bandung," katanya.
Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar Bagus Medi menargetkan pada September 2016, tol yang memiliki masa konsesi selama 45 tahun ini sudah dapat beroperasi.
Meski tidak mudah, target ini bakal bisa tercapai bila mendapat dukungan dari semua pihak, terutama Pemerintah Daerah mengingat hingga saat ini masih ada 10 persen lahan yang belum dibebaskan.
"Syukur syukur kalau dalam 1-2 bulan ke depan, lahannya telah bebas 100 persen, jadi proyek bisa digenjot pengerjaan dan penyelesaiannya, sehingga tol ini bisa digunakan untuk kepentingan PON," tuturnya di tempat sama.
Baca juga:
Tol Soroja mulai dibangun, Kota Bandung ke Kabupaten cuma 10 menit
Tahun depan, Pertamina-Wika bikin pabrik aspal di Buton
Serba sembilan di peresmian proyek LRT Cibubur-Jakarta
Presiden Jokowi jamin LRT tak akan mangkrak
Bos PLN: Proyek 35.000 MW tak buat rugi, kecuali kalau disumpahi
Sampai kapan kedaulatan udara RI terus dikendalikan Singapura?