Tim DVI Polri dan Polda Riau Bantu Identifikasi Korban Banjir Bandang Agam
Tim DVI Mabes Polri dan Polda Riau dikerahkan untuk membantu identifikasi korban banjir bandang di Agam, memastikan proses pengenalan jasad berjalan lancar.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Mabes Polri dan Polda Riau telah diterjunkan ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kedatangan tim ini bertujuan untuk membantu proses identifikasi jasad korban banjir bandang yang melanda Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap bencana alam yang menimpa wilayah tersebut.
Kepala Biro Operasional Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Erwin, mengonfirmasi pengerahan tim tersebut di Lubuk Basung, Minggu. Ia menjelaskan bahwa Tim DVI yang berjumlah sekitar 10 hingga 20 personel akan mendirikan posko di Salareh Aia. Kehadiran mereka sangat krusial dalam mengenali identitas korban.
Langkah proaktif ini diambil tanpa permintaan khusus dari pihak daerah, menunjukkan respons cepat Polri terhadap situasi darurat. Proses identifikasi yang akurat sangat penting agar keluarga dapat memakamkan korban sesuai dengan aturan yang berlaku dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang berduka.
Pengerahan Tim DVI dan Posko Identifikasi
Tim DVI Mabes Polri dan Polda Riau menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana banjir bandang di Agam. Mereka akan mendirikan posko khusus di Salareh Aia, pusat lokasi terdampak paling parah. Posko ini akan menjadi pusat operasi identifikasi forensik.
Kombes Pol Muhammad Erwin menegaskan, "Tim DVI Mabes Polri dan Polda Riau bakal mendirikan posko di Salareh Aia." Pernyataan ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan korban. Keberadaan posko ini diharapkan mempercepat proses identifikasi jasad yang ditemukan.
Identifikasi korban banjir bandang merupakan tahapan krusial untuk memberikan kepastian kepada keluarga. Tim DVI akan bekerja keras menggunakan metode ilmiah untuk mencocokkan data antemortem dan postmortem. Hal ini penting agar hak-hak korban dan keluarga dapat terpenuhi.
Bantuan Anjing Pelacak dan Kendala Akses Lokasi
Selain Tim DVI, Polda Sumbar juga mengerahkan unit anjing pelacak (K9) sebanyak dua ekor untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban. Anjing-anjing ini memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun atau hanyut. Bantuan ini sangat vital dalam area yang sulit dijangkau.
Dua ekor anjing K9 dari Polda Riau juga turut diperbantukan dan sedang dalam perjalanan menuju Agam. Namun, akses menuju lokasi bencana mengalami hambatan serius. "Jalan dari Riau ke Agam terputus dampak curah hujan cukup tinggi," jelas Kombes Pol Muhammad Erwin.
Akibat terputusnya akses langsung, tim K9 dari Polda Riau harus mengambil rute memutar melalui Kota Padang. Hal ini menyebabkan perkiraan kedatangan mereka menjadi lebih lambat, diperkirakan baru tiba pada Sabtu malam. Kendala geografis dan cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam upaya pencarian dan evakuasi di Agam.
Jumlah Korban Belum Ditemukan dan Upaya Pencarian
Data terakhir menunjukkan bahwa masih ada sekitar 69 korban yang belum ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Jumlah ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar dan kompleksitas operasi pencarian. Tim gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan para korban.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masyarakat. Cuaca buruk dan kondisi medan yang sulit menjadi tantangan utama dalam proses ini. Kehadiran Tim DVI dan unit K9 diharapkan dapat mempercepat penemuan dan identifikasi korban.
Pemerintah daerah dan pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Koordinasi antarlembaga terus ditingkatkan guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan efisien. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang hilang dan memberikan dukungan kepada keluarga terdampak.
Sumber: AntaraNews