Sulitnya cari obat kuat di apotek
Lebih baik berkonsultasi dengan dokter dibandingkan jika harrus menkonsumsi obat kuat.
Saat vitalitas dalam berhubungan seks menurun, yang terbayang oleh pria dewasa adalah membeli suplemen untuk meningkatkan gairah. Paling cepat adalah dengan membeli obat kuat yang diklaim bisa meningkatkan gairah. Tapi, jenis obat tersebut sebenarnya tidak dikenal di dalam istilah kedokteran. Bahkan, saat merdeka.com mencoba membeli di apotek resmi, para apoteker atau pelayan apotek hanya tersenyum manis saat merdeka.com mencari obat tersebut.
"Wah di sini enggak jual obat begituan, mungkin di daerah Kota ada kali," ujar apoteker di sekitar Fatmawati, Jakarta, yang tak mau disebutkan namanya saat menjawab permintaan merdeka.com, Jumat (13/7).
Dia menyarankan untuk masalah seksualitas untuk berkonsultasi dengan dokter yang berkompeten. "Daripada minum obat kuat mending berobat ke dokter," katanya seraya mengatakan jarang sekali orang yang mencari obat kuat tersebut di apoteknya bahkan cenderung tidak ada yang menanyakan.
Hal sama juga dilontarkan pelayanan apotek yang beroperasi 24 jam. "Kok masih muda nyarinya obat begitu, mas. Emang udah loyo?," katanya seraya menyiapkan obat pesanan.
Apoter yang berinisial E menyarankan untuk mencari obat kuat yang dimaksud di kawasan pusat hiburan malam Hayam Wuruk. "Kan kalo malam di sekitar lurusan Harmoni banyak tuh dipinggir pinggir jalan," ujarnya. Dia malah memberikan peringatan efek samping obat kuat yang bisa menewaskan penggunanya.
Lembaga pengawas obat dan makanan ini dalam kamus mereka tidak mengenal istilah obat kuat dan tidak pernah mengeluarkan izin edar obat tersebut. BPOM, hanya mengenal adanya obat disfungsi ereksi yang syarat penggunaanya atas anjuran dokter.
Direktur Standarisasi Obat Tradisional Kosmetik dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Hary Wahyu mengatakan lembaganya hanya memberikan persetujuan edar bagi obat gangguan disfungsi ereksi yang umumnya disebabkan oleh faktor fisik atau kejiwaan.
"Obat yang dikenal oleh masyarakat sebagai obat kuat, bisa mengandung bahan kimia sildenafil sitrat dan tadalafil. Kandungan yang sama dengan obat yang digunakan untuk disfungsi ereksi," ujarnya di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kamis, (5/7/).
(mdk/arr)