Sudah 4 Hari! Tim SAR Gabungan Terus Lanjutkan Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang Berusia 79 Tahun
Tim SAR gabungan terus berupaya dalam Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang, Tata (79), yang tak kunjung ditemukan sejak Rabu. Bagaimana strategi pencarian mereka?
Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Bandung dan BPBD Sumedang intensif melakukan upaya pencarian terhadap seorang warga lanjut usia. Korban bernama Tata, berusia 79 tahun, dilaporkan hilang di kawasan Puncak Manik, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ia tak kunjung kembali ke rumah sejak Rabu (17/9) lalu.
Pencarian resmi ini dimulai setelah pihak Kantor SAR Bandung menerima laporan dari BPBD Sumedang pada Sabtu (20/9). Hingga Minggu (21/9), tim masih terus berupaya menemukan keberadaan Tata. Operasi ini melibatkan strategi pencarian khusus untuk menyisir area yang luas dan sulit. Tim berharap dapat segera menemukan korban.
Moch Adip, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, menyatakan bahwa tim menggunakan dua metode pencarian. Metode ini meliputi tipe 1 yang terarah dan tipe 2 yang lebih sistematis. Fokus utama adalah menemukan Tata yang terakhir terlihat berjalan menuju hutan. Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang ini menjadi prioritas.
Kronologi Hilangnya Tata di Puncak Manik
Berdasarkan keterangan saksi, Tata terakhir kali terlihat pada hari Rabu (17/9) sekitar pukul 06.28 WIB. Ia berjalan menuju hutan melalui jalan Conggeang-Buahdua. Kepergiannya ke hutan adalah rutinitas yang biasa dilakukan korban.
Hingga sore hari, Tata tidak kunjung pulang ke rumahnya. Keluarga dan warga sekitar kemudian berinisiatif melakukan pencarian mandiri. Upaya awal tersebut sayangnya belum membuahkan hasil signifikan. Kondisi medan yang cukup menantang menjadi salah satu kendala.
Pada hari Sabtu (20/9), warga menemukan sebuah sandal yang diduga kuat milik korban. Penemuan ini menjadi petunjuk penting dalam kasus hilangnya Tata. Informasi temuan sandal tersebut segera dilaporkan kepada BPBD Sumedang. BPBD kemudian meneruskan laporan tersebut kepada aparat terkait, termasuk Kantor SAR Bandung, untuk penanganan lebih lanjut. Ini memicu dimulainya Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang secara resmi.
Strategi Pencarian Tim SAR Gabungan
Moch Adip menjelaskan bahwa tim SAR gabungan menerapkan dua metode pencarian yang berbeda. Metode pertama adalah pencarian tipe 1, yang merupakan strategi terburu-buru dan terarah. Fokusnya adalah pada area yang paling memungkinkan korban berada. Penentuan area ini didasarkan pada informasi terakhir dan data lokasi kejadian. Metode ini dirancang untuk respons cepat di titik-titik krusial.
Selain itu, tim juga menggunakan metode pencarian tipe 2. Metode ini dilakukan secara cepat dan sistematis di area yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk menyapu wilayah pencarian secara efisien. Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat mencakup area pencarian secara maksimal. Upaya ini merupakan bagian dari operasi Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang yang komprehensif.
Hingga pukul 14.00 WIB pada hari Minggu (21/9), hasil pencarian masih nihil. Meskipun demikian, Adip menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan berkomitmen penuh untuk menemukan Tata. Mereka akan terus bekerja keras di medan yang sulit ini. Proses Pencarian Warga Hilang Puncak Manik Sumedang ini membutuhkan ketekunan dan koordinasi yang baik.
Sumber: AntaraNews