Sering pingsan, Maharany batal buka-bukaan
Setelah jam dan tempat yang disediakan banyak didatangi awak media, tiba-tiba pihak keluarga membatalkan jumpa pers.
Maharany Suciyono (19) perempuan muda yang ditangkap bersama dengan orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, hendak mengklarifikasi semua isu yang beredar tentang dirinya. Mahasiswi Universitas Dr Moestopo (Beragama) ini berencana bertemu media massa dalam konferensi pers di Hotel Nalendra di Jalan Raya Kebon Nanas, Jatinegara, Senin (4/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Setelah jam dan tempat yang disediakan banyak didatangi awak media, tiba-tiba pihak keluarga membatalkan jumpa pers tersebut. Pihak keluarga beralasan bahwa Maharany masih trauma dan kerap pingsan jika mengingat peristiwa penangkapan KPK, Selasa (29/1) lalu di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.
"Tadi memang ada schedule seperti itu, keluarga Rany memesan ruangan untuk konferensi pers pada jam 11 siang. Lalu agak sorean keluarga membatalkannya lagi, karena fisik Rany masih belum kuat, katanya Rany masih suka pingsan-pingsan," kata Toni seorang resepsionis hotel Nalendra kepada wartawan, Senin (4/1).
Menurut Toni, keluarga sepakat konferensi pers diundur sampai Rany siap. Toni sendiri belum tahu kapan konferensi pers itu akan diselengarakan.
"Katanya sih konferensi persnya nanti di sini juga. Tapi kapannya belum tahu. Jadi kata mereka diundur, bukan dibatalkan," kata Toni.
Sementara itu, pantauan merdeka.com di rumah Rani daerah Condet Jakarta Timur terlihat sepi. Rumah sederhana yang berada di salah satu sekolah dasar (SD ) ini tampak kosong walau lampu penerangan menyala.
Merdeka.com yang mencoba mengetuk pintu rumahh sederhana berdinding hijau ini tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah. Salah satu tetangga Rani, Wiryo (45) mengatakan warga sejak Jumat (1/2) lalu, keluarga Rani tidak kelihatan lagi di rumah itu.
"Dari Jumat, enggak ada orang di rumah itu. Yang matiin dan nyalain lampu, penjaga sekolah SD," katanya.
Sebelumnya, Rany sempat memberi keterangan kepada wartawan di kediamannya, Jumat (1/2). Dia mengatakan baru mengenal Ahmad Fathanah satu hari sebelum penangkapan.
Pada Selasa malam, Rany mengaku bertemu dengan Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien karena diajak makan malam. Namun saat sedang di cafe dan diberikan uang Rp 10 juta oleh Ahmad Fathanah, KPK tiba-tiba menangkapnya dan langsung membawa keduanya ke Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.(mdk/dan)