Sedang mandi, Nafsiah tewas tertimpa tembok setinggi 6 meter
Dalam kondisi masih sadar, Nafsiah sempat melontarkan kata untuk menunjukkan lokasinya.
Nafsiah (53), istri pemulung bernama Laman Subandu (68) tewas tertimpa tembok setinggi enam meter saat sedang mandi di Jalan Lebak Bulus 3, RT 08/ RW 04, Cilandak, Jakarta Selatan. Korban meninggal di RS Fatmawati dengan luka di kepala, wajah dan kedua kakinya patah.
"Lukanya bagian kepala, hidung dan kuping keluar darah, kedua kaki juga patah," kata Suyono pengelola lapak pemulung tempat Nafsiah tertimpa tembok saat ditemui merdeka.com di RS Fatmawati Jakarta Selatan, Kamis (22/11) malam.
Suyono mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB sore tadi. Hujan lebat yang turun di sebagian besar kawasan Jakarta, merobohkan tembok dekat Nafsiah mandi. Tidak bisa menghindar, wanita tua itu ambruk tertimpa tembok.
"Korban lagi mandi, tiba-tiba tembok roboh dan dia ketimpa tembok pagar," jelas Suyono.
Salah seorang saksi mata, bernama Arman (21) yang ikut menolong korban membawa ke RS Fatmawati mengatakan, saat tembok setinggi enam meter itu roboh hanya terdengar seperti pohon tumbang. Namun baru diketahui, Nafsiah ikut tertimbun bersama tembok nahas itu.
"Saat kejadian, ketika itu saya di atas, memang angin kencang dan tiba-tiba terdengar seperti pohon rubuh," kata Arman.
Arman sendiri lantas langsung menolong Nafsiah yang sudah terkubur tertimpa tembok. Saat kejadian, korban masih sadar tapi terbata-bata. Dalam kondisi masih sadar, Nafsiah sempat melontarkan kata untuk menunjukkan lokasinya. "Korban ngomong, 'Saya di sini'," ucap Arman menirukan perkataan korban saat itu.
Saat ini jasad Nafsiah masih berada di ruang jenazah RS Fatmawati untuk divisum. Rencananya, pihak keluarga akan membawa jasad Nafsiah ke Bekasi untuk dikebumikan.(mdk/ded)