LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebaran titik panas dan api di Riau terus meluas

Jumlah titik panas dan api di Riau meningkat dari hari sebelumnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 18 titik panas. Dan dari jumlah itu, ditemukan pula 11 titik api.

2018-07-25 21:39:00
Kebakaran Hutan
Advertisement

Jumlah titik panas dan api di Riau meningkat dari hari sebelumnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 18 titik panas. Dan dari jumlah itu, ditemukan pula 11 titik api.

"Update hari ini, kita deteksi adanya temuan 18 titik panas, serta 11 titik api di sejumlah kabupaten," ujar Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno kepada merdeka.com, Rabu (25/7).

Sukisno menjelaskan, 18 titik panas itu di antaranya dua titik di Kabupaten Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, lima titik di Pelalawan, tiga titik di Kepulauan Meranti, enam di Rokan Hilir.

Advertisement

"Dari jumlah itu, terdeteksi pula 11 titik api. Ada tiga titik di Kepulauan Meranti, enam titik di Rokan Hilir serta dua titik di Indragiri Hilir," kata Sukisno.

Dia menyebutkan, pada pagi hari, kondisi cuaca di Riau cerah berawan. Bahkan potensi hujan diprediksi ringan di sebagian wilayah, Kabupaten Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilr, Pelalawan dan Indragiri Hulu.

"Sedangkan siang hari, cuaca cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang di Kampar, Kuansing, Indragiri Hilir, Bengkalis, serta Indragiri Hulu," lanjutnya.

Advertisement

Sementara pada malam hari, prediksi cuaca cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kampar.

Titik api yang terdeteksi BMKG tersebut diduga akibat kebakaran hutan dan lahan. Sebab, beberapa hari ini helikopter bolak balik melakukan pemadaman melalui udara. Bahkan petugas juga memadamkan kebakaran lahan dari darat.

Dari catatan, sejak Januari hingga Juli 2018, luas lahan yang terbakar total mencapai 2.445,16 hektare. Itu terjadi di sejumlah kabupaten.

Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemadaman bersama tim gabungan TNI Polri dan masyarakat. "Lahan yang paling luas terbakar di Kepulauan Meranti yaitu sebanyak 938,31 ha," ujar Edwar kepada merdeka.com.

Sementara di Rokan Hulu lahan yang terbakar mencapai tiga hektare, di Rokan Hilir terbakar 265,25 ha, Dumai 389,5 ha, Bengkalis 389,5 ha. Siak 131,5 ha, Pekanbaru 44,6 ha, Kampar 22,75 ha, Pelalawan 90,5 ha, Indragiri Hulu 133,5 ha, Indragiri Hilir 37 ha.

Baca juga:
BMKG temukan 8 titik panas dan 2 titik api di Riau
2.445 hektare lahan terbakar di Riau, terparah di Meranti
Polisi tangkap enam orang diduga pembakar lahan
Hutan konservasi pengawasan BKSDA Riau terbakar 15 hektare
Data BPBD: Luas hutan dan lahan terbakar di Riau capai 2.152 hektare
Dalam lima bulan, 1.870 hektar lahan terbakar di Riau
BNPB kirim Heli Bell dan Kamov untuk kebakaran hutan di Riau

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.